bytedaily
Sabtu, 04 Juli 2026 - 21:11 WIB

Bank Sentral Jepang Naikkan Suku Bunga Acuan ke Level Tertinggi dalam 31 Tahun

Redaksi 16 Juni 2026 11 views
Bank Sentral Jepang Naikkan Suku Bunga Acuan ke Level Tertinggi dalam 31 Tahun
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Bank of Japan (BoJ) telah memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin, menjadikannya 1,0 persen. Keputusan ini merupakan kenaikan pertama sejak Desember 2025 dan membawa suku bunga Jepang ke level tertinggi dalam 31 tahun terakhir, atau sejak tahun 1995.

Langkah ini diambil BoJ untuk memerangi inflasi yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah, meskipun Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan damai. Kenaikan suku bunga ini sejalan dengan keputusan Bank Sentral Eropa dan Bank Indonesia pekan lalu, yang juga merespons kekacauan ekonomi global dan kenaikan harga akibat konflik tersebut.

Meskipun inflasi di Amerika Serikat mencapai titik tertinggi dalam tiga tahun, The Fed diperkirakan tidak akan segera mengikuti langkah BoJ dalam pertemuan mendatang. Bank Sentral Jepang menyatakan bahwa meskipun harga minyak mentah yang tinggi memberikan tekanan pada aktivitas ekonomi, kondisi ekonomi secara umum masih didukung oleh keuntungan perusahaan yang kuat serta peningkatan lapangan kerja dan pendapatan.

Indeks harga konsumen (CPI) Jepang saat ini masih berada di bawah dua persen, sebagian berkat subsidi energi dari pemerintah. Namun, BoJ mewaspadai potensi penyebaran dampak kenaikan harga minyak mentah ke harga konsumen, yang dapat mendorong inflasi CPI melampaui target stabilitas harga sebesar dua persen. BoJ berkomitmen untuk terus menaikkan suku bunga kebijakan dan menyesuaikan akomodasi moneter, dengan mempertimbangkan dampak perkembangan situasi di Timur Tengah terhadap ekonomi dan harga di Jepang.

Selain itu, BoJ mengindikasikan akan menghentikan program pembelian obligasi dalam skala besar setelah bulan April mendatang. Kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah dan membuka kembali Selat Hormuz menjadi latar belakang penting dalam keputusan ini. Jepang, yang sangat bergantung pada pasokan minyak mentah dari Timur Tengah, juga menghadapi pelemahan nilai yen yang diperparah oleh kenaikan harga minyak dan perbedaan suku bunga dengan negara maju lainnya.

Setelah pengumuman kenaikan suku bunga, nilai tukar yen terpantau menguat terhadap dolar AS, sementara indeks saham Nikkei 225 mengalami kenaikan signifikan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.