bytedaily
Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:55 WIB

BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Global 2026 Hanya 3 Persen Akibat Ketidakpastian

Redaksi 20 Agustus 2026 2 views
BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Global 2026 Hanya 3 Persen Akibat Ketidakpastian
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Bank Indonesia (BI) memproyeksikan prospek perekonomian global masih akan lemah pada tahun 2026, dengan perkiraan pertumbuhan hanya mencapai 3 persen. Proyeksi ini didasarkan pada tingginya ketidakpastian di pasar keuangan global.

Menurut Pejabat Gubernur Sementara BI, Destry Damayanti, pelemahan ekonomi global tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Intensitas konflik di Timur Tengah yang berlanjut menjadi salah satu pemicu kenaikan harga minyak dan komoditas global lainnya. Destry memperkirakan ketidakpastian ini akan berlangsung hingga akhir tahun, yang berpotensi mendorong perekonomian dunia memasuki era 'higher for longer', di mana suku bunga dan imbal hasil obligasi akan bertahan pada level tinggi dalam jangka waktu lebih lama.

Tekanan terhadap suku bunga global juga diperkirakan akan datang dari kebijakan suku bunga Federal Funds Rate (FFR) Amerika Serikat yang berpotensi tetap tinggi. Hal ini sejalan dengan tekanan inflasi dan kenaikan harga minyak yang masih terjadi. Selain itu, kebutuhan pembiayaan defisit anggaran oleh pemerintah AS dapat meningkatkan pasokan obligasi di pasar, yang turut menekan imbal hasil obligasi dan suku bunga global.

Deputi Gubernur BI, Aida S Budiman, menambahkan bahwa gangguan pada ekonomi global juga mencakup masalah distribusi barang dan kenaikan harga komoditas. Meskipun demikian, Aida menyatakan bahwa kondisi perekonomian domestik Indonesia sejauh ini masih terjaga. Ia mencontohkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 yang mencapai 5,29 persen, yang didorong oleh investasi pada proyek-proyek strategis pemerintah. Terdapat perkembangan positif dalam struktur pertumbuhan ekonomi pada periode April-Juni 2026, terutama dari sisi investasi yang tercatat membaik baik pada sektor bangunan maupun nonbangunan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.