bytedaily
Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:05 WIB

BMKG Catat Lebih dari 2.600 Titik Panas di Sumatra, Sumsel Paling Banyak

Redaksi 23 Agustus 2026 1 views
BMKG Catat Lebih dari 2.600 Titik Panas di Sumatra, Sumsel Paling Banyak
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru telah mendeteksi sebanyak 2.610 titik panas atau hotspot yang tersebar di seluruh Pulau Sumatra berdasarkan data terbaru per Minggu (23/8) pukul 07.00 WIB.

Menurut Prakirawan BMKG Pekanbaru, Elisa JS Kedang, titik-titik panas tersebut terdistribusi di sembilan provinsi di Sumatra. Provinsi Sumatera Selatan tercatat memiliki jumlah titik panas terbanyak dengan 1.311 temuan.

Elisa merinci, provinsi lain dengan angka titik panas yang signifikan antara lain Riau sebanyak 355 titik, Jambi 278 titik, Bangka Belitung 268 titik, dan Lampung 187 titik. Menyusul di bawahnya adalah Aceh dengan 67 titik, Kepulauan Riau 55 titik, Sumatera Utara 45 titik, Sumatera Barat 27 titik, dan Bengkulu 17 titik.

Di Provinsi Riau sendiri, 355 titik panas terdeteksi di 11 kabupaten/kota. Kabupaten Pelalawan menjadi daerah dengan konsentrasi tertinggi di Riau, yaitu 216 titik panas, diikuti oleh Indragiri Hilir sebanyak 80 titik, dan Kuantan Singingi 12 titik.

Masih dari Riau, titik panas juga dilaporkan ada di Kampar sebanyak 11 titik, Siak 10 titik, Kepulauan Meranti 7 titik, Inderagiri Hulu 6 titik, Bengkalis 5 titik, Rokan Hilir dan Rokan Hulu masing-masing 3 titik, serta Kota Dumai dengan 2 titik.

Fenomena ribuan titik panas ini berdampak pada penurunan jarak pandang akibat asap, seperti yang dialami Pekanbaru pada Sabtu (22/8) malam. Kualitas udara di Pekanbaru pada dini hari dan pagi hari dilaporkan berada dalam kategori tidak sehat berdasarkan pengukuran PM 2,5.

Lembaga Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan melaporkan bahwa dalam beberapa hari terakhir, kebakaran lahan di Riau telah menghanguskan lebih dari 700 hektare. Luas lahan terbesar yang terbakar berada di Kabupaten Indragiri Hulu seluas 434 hektare dan Pelalawan seluas 300 hektare. Selain dua wilayah tersebut, Manggala Agni juga menangani kebakaran lahan di Kampar, Siak, dan Bengkalis.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.