bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan sebanyak 5.941 gempa terjadi di seluruh Indonesia selama bulan Juni 2026. Tercatat, tanggal 16 Juni menjadi hari dengan frekuensi gempa terbanyak sepanjang bulan tersebut.
Menurut BMKG, aktivitas kegempaan yang tinggi ini merupakan kejadian lazim bagi Indonesia, mengingat posisinya yang berada di pertemuan berbagai lempeng tektonik aktif.
Dari total gempa yang tercatat, 111 di antaranya dilaporkan dirasakan oleh masyarakat. Lebih lanjut, sebanyak 47 gempa memiliki magnitudo lebih dari 5, sementara sisanya berkekuatan di bawah 5. BMKG juga mengidentifikasi 3 gempa yang bersifat merusak, termasuk satu yang mengakibatkan terjadinya tsunami.
Gempa paling signifikan pada tanggal 16 Juni adalah gempa tektonik bermagnitudo 6,7 yang berpusat di wilayah Palu, Sulawesi Tengah, dan sekitarnya. Meskipun sebagian besar gempa yang terjadi pada bulan itu tidak dirasakan, BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan bagi masyarakat. Imbauan juga diberikan untuk mengenali langkah-langkah mitigasi guna mengurangi risiko bencana gempa bumi dan tsunami.