bytedaily
Sabtu, 22 Agustus 2026 - 00:16 WIB

Ilmuwan Temukan Bukti Kuat Ruang Hampa Antariksa Tak Sepenuhnya Kosong

Redaksi 21 Agustus 2026 3 views
Ilmuwan Temukan Bukti Kuat Ruang Hampa Antariksa Tak Sepenuhnya Kosong
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, para astronom telah mengumpulkan bukti kuat yang menunjukkan bahwa ruang hampa di luar angkasa tidak sepenuhnya kosong. Penemuan ini berpotensi menjelaskan bagaimana ruang hampa dapat memengaruhi perambatan cahaya.

Temuan ini terkait dengan konsep fisika kuantum yang disebut vacuum birefringence, sebuah prediksi yang pertama kali dikemukakan oleh Werner Heisenberg hampir 90 tahun lalu. Teori ini menyatakan bahwa ruang hampa tidak steril, melainkan dihuni oleh 'partikel virtual' yang muncul dan menghilang dalam waktu sangat singkat.

Sebuah tim peneliti internasional, yang salah satunya melibatkan Marcus Lower dari Swinburne University of Technology, melakukan pengamatan terhadap magnetar 1E 1547.0-5408 atau 1E1547. Magnetar adalah bintang neutron langka dengan medan magnet yang sangat kuat, menjadikannya objek ideal untuk menguji fenomena vacuum birefringence.

Hasil penelitian, yang telah dipublikasikan dalam jurnal Nature, mengindikasikan bahwa medan magnet yang ekstrem pada magnetar dapat berinteraksi dengan kumpulan partikel virtual di ruang hampa. Interaksi ini diperkirakan memengaruhi cara cahaya merambat dan mengalami pembiasan, yang dikenal sebagai vacuum birefringence.

Marcus Lower menjelaskan bahwa untuk mendeteksi efek ini diperlukan medan magnet yang jauh lebih kuat daripada yang dapat diciptakan di Bumi. Keberadaan magnetar memberikan 'laboratorium kosmik' yang sempurna untuk pengamatan ini.

Tim peneliti menggunakan teleskop IXPE milik NASA untuk mengamati magnetar 1E1547, didukung oleh teleskop sinar-X NICER dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dan teleskop radio Murriyang milik CSIRO. Data radio yang dikumpulkan dianalisis menggunakan superkomputer Swinburne.

Pengamatan terhadap perubahan arah gelombang radio dan polarisasi magnetar saat berotasi mengungkapkan bahwa sumbu magnet dan sumbu rotasi 1E1547 hampir sejajar. Hal ini membuat magnetar tersebut menjadi objek yang sangat baik untuk mendeteksi vacuum birefringence.

Tim menemukan dua indikator utama: tingkat polarisasi sinar-X yang sangat tinggi dari magnetar, dan arah polarisasi tersebut konsisten mengikuti medan magnet 1E1547, serupa dengan pola pada pengamatan radio. Lower menambahkan bahwa partikel virtual Heisenberg cenderung sejajar dengan arah medan magnet yang kuat.

Meskipun fenomena vacuum birefringence telah diprediksi sejak tahun 1930-an, deteksi definitif masih sulit didapatkan. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut dan simulasi komputer yang lebih canggih masih diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan ini.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.