bytedaily
Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:42 WIB

BMKG: Curah Hujan Juni 2026 Terendah dalam 3 Dekade Akibat El Nino

Redaksi 17 Juli 2026 18 views
BMKG: Curah Hujan Juni 2026 Terendah dalam 3 Dekade Akibat El Nino
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa bulan Juni 2026 mencatat salah satu periode curah hujan terendah dalam kurun waktu lebih dari 30 tahun terakhir.

Menurut data yang dirilis BMKG melalui unggahan Instagram pada Rabu (15/7), curah hujan rata-rata pada Juni 2026 tercatat sebesar 153 mm. Angka ini menempatkan Juni 2026 sebagai Juni dengan curah hujan terendah kedelapan sejak tahun 1991.

BMKG mengingatkan bahwa kondisi ini merupakan indikasi awal meningkatnya risiko kekeringan yang dipicu oleh fenomena El Nino 2026. Rekor Juni terkering sebelumnya terjadi pada tahun 1997, saat Indonesia dilanda El Nino kuat yang mengakibatkan musim kemarau menjadi semakin kering dengan curah hujan rata-rata nasional hanya 66 mm.

Lebih lanjut, BMKG memantau bahwa musim kemarau di Indonesia semakin mendominasi dan telah memasuki puncak di berbagai wilayah. Pada dasarian pertama Juli 2026, sebanyak 432 Zona Musim atau sekitar 60,5 persen wilayah Indonesia dilaporkan telah memasuki musim kemarau.

Prediksi BMKG untuk dasarian kedua Juli 2026 menunjukkan bahwa sekitar 91,45 persen wilayah Indonesia diperkirakan akan mengalami curah hujan dalam kategori rendah (kurang dari 50 mm per dasarian). Sebagian kecil wilayah, yaitu 8,52 persen, diprediksi mengalami curah hujan kategori menengah, sementara hanya 0,03 persen wilayah yang diperkirakan menerima curah hujan kategori tinggi. Curah hujan rendah diperkirakan melanda sebagian besar wilayah Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, serta sebagian wilayah Papua.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.