bytedaily
Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:12 WIB

BMKG: Fenomena Matahari di Atas Ka'bah Juli 2026 Jadi Momen Luruskan Kiblat

Redaksi 14 Juli 2026 20 views
BMKG: Fenomena Matahari di Atas Ka'bah Juli 2026 Jadi Momen Luruskan Kiblat
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, umat Islam akan memiliki kesempatan untuk mengkalibrasi arah kiblat melalui fenomena Matahari tepat di atas Ka'bah yang diperkirakan terjadi pada 15 hingga 17 Juli 2026. Momen ini memungkinkan penentuan arah kiblat yang presisi dengan memanfaatkan bayangan yang terbentuk.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa fenomena ini akan terlihat di wilayah Indonesia bagian Barat dan sebagian Indonesia Tengah bagian barat. Fenomena serupa, yang dikenal sebagai Rashdul Qiblat dalam ilmu falak, sebenarnya terjadi dua kali dalam setahun. Selain pada pertengahan Juli, fenomena ini juga terjadi pada 27 hingga 29 Mei sekitar pukul 16.18 WIB.

Sementara itu, bagi masyarakat di Indonesia bagian Timur dan sebagian Indonesia Tengah bagian timur, penentuan arah kiblat dapat dilakukan ketika Matahari berada di atas antipoda Ka'bah. Peristiwa ini akan terjadi pada 14 Januari sekitar pukul 06.30 WIT dan 29 November sekitar pukul 06.09 WIT.

BMKG menyatakan bahwa pengukuran arah kiblat menggunakan bayangan merupakan salah satu metode yang telah lama digunakan. Cara ini dianggap mudah, praktis, dan akurat untuk memverifikasi arah kiblat, yang merupakan elemen penting dalam kesempurnaan ibadah salat bagi umat Muslim.

Ketika fenomena Matahari tepat di atas Ka'bah terjadi, bayangan yang dihasilkan oleh benda yang berdiri tegak lurus akan secara otomatis menunjuk ke arah kiblat. Menteri Agama Nasaruddin Umar turut mengimbau umat Islam untuk memanfaatkan kesempatan ini guna memastikan kembali ketepatan arah kiblat mereka.

Secara astronomis, fenomena ini terjadi ketika deklinasi Matahari memiliki nilai yang sama atau sangat dekat dengan lintang geografis Ka'bah. Hal ini disebabkan oleh kemiringan sumbu rotasi Bumi terhadap bidang edar Bumi, yang menyebabkan pergerakan semu tahunan Matahari. Pergerakan ini bervariasi antara -23°26' hingga +23°26' terhadap garis khatulistiwa, yang dikenal sebagai deklinasi Matahari.

Untuk melakukan pengukuran arah kiblat saat fenomena ini berlangsung, diperlukan beberapa persiapan. Di antaranya adalah menyiapkan alat seperti tongkat atau tiang lurus, jam yang presisi, serta kompas atau GPS. Penting juga untuk memastikan kondisi langit cerah agar bayangan dapat terbentuk dengan jelas, serta melakukan pengukuran di permukaan yang datar dan bebas dari bayangan benda lain di sekitar alat ukur.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.