bytedaily
Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:07 WIB

Peretas Bobol Data Pajak Prancis, 678 Ribu Warga Terdampak

Redaksi 21 Agustus 2026 4 views
Peretas Bobol Data Pajak Prancis, 678 Ribu Warga Terdampak
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Kementerian Keuangan Prancis mengonfirmasi adanya peretasan terhadap sistem Direktorat Jenderal Keuangan Publik (DGFiP). Insiden ini terungkap setelah peretas yang menggunakan nama samaran ZeroBytes mengklaim telah mencuri dan menjual database curian pada 12 Agustus di forum peretasan PwnForums.

Investigasi mendalam yang dilakukan sejak 12 Agustus 2026 mengindikasikan bahwa titik akses peretas telah digunakan untuk mengakses dan mengambil data milik 678 ribu orang serta para profesional. Data yang dicuri meliputi informasi pajak penghasilan, rasio pajak keluarga, tarif pemungutan pajak, nama perusahaan, dan nomor SIREN. Namun, Kementerian memastikan bahwa data akun pengguna individu dan profesional, termasuk ID dan kata sandi, tetap aman dan tidak ikut dibobol.

Selain itu, ZeroBytes juga mengaku berhasil menembus sistem portal pertanahan nasional, Serveur Professionnel de Données Cadastrales (SPDC), yang menyimpan basis data dan catatan kepemilikan properti seluruh negara. Data pertanahan seperti alamat dan ukuran properti juga diakses. Pihak DGFiP segera melaporkan insiden ini kepada Otoritas Perlindungan Data Prancis (CNIL) setelah pencurian data teridentifikasi.

Meskipun sistem portal pertanahan tersebut memuat data milik 20 juta warga Prancis, peretas hanya berhasil mengambil 252 ribu data milik lebih dari 2 juta orang karena kerumitan prosesnya. Menanggapi serangan ini, administrasi pajak Prancis segera menutup akses ke sistem informasi sensitif dan bekerja sama dengan Badan Keamanan Siber Nasional Prancis (ANSSI) untuk menilai dampak penuh dari insiden tersebut.

Kementerian Keuangan Prancis berencana untuk menghubungi seluruh pengguna yang terdampak melalui email atau surat resmi guna memberikan informasi detail mengenai data yang bocor dan langkah-langkah pencegahan yang perlu diambil. Insiden ini menambah daftar panjang kasus peretasan di lembaga pemerintahan Prancis, menyusul pembobolan data dari badan ketenagakerjaan France Travail, database akun bank FICOBA, dan lembaga pengelola dokumen administratif France Titres dalam beberapa waktu terakhir.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.