bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, sejumlah wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan pada Jumat (25/9), meski sebagian daerah masih berada dalam musim kemarau. BMKG memperkirakan curah hujan di sebagian besar wilayah berada pada kategori rendah hingga menengah, sekitar 0–150 milimeter per dasarian, pada akhir September hingga awal Oktober 2026.
BMKG menyebut dinamika atmosfer yang diprakirakan aktif dalam beberapa hari ke depan dapat meningkatkan pembentukan awan hujan secara regional. Pada 22–23 September 2026, aktivitas MJO diperkirakan melintasi sebagian besar Sumatra, sementara Gelombang Rossby Ekuatorial diprakirakan aktif di sebagian besar Kalimantan dan perairan sekitarnya.
Analisis BMKG menunjukkan aktivitas konvektif berpotensi meningkat di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi bagian tengah dan selatan, serta perairan di sekitarnya. Peningkatan ini dapat memicu pertumbuhan awan hujan.
BMKG juga memperkirakan terbentuknya sirkulasi siklonik di Laut Cina Selatan, sebelah timur Vietnam, serta di Samudra Pasifik, sebelah timur Filipina dan utara Papua. Kondisi tersebut, bersama labilitas atmosfer lokal yang kuat dan peningkatan kecepatan angin permukaan hingga lebih dari 25 knot, dapat memicu hujan dan angin kencang secara lokal.