bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa banjir bandang yang melanda Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin (21/9) malam dipicu oleh curah hujan intensif mencapai 94 milimeter per hari.
Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramadhani, menjelaskan bahwa hujan deras yang terus-menerus mengguyur wilayah tersebut memicu meluapnya air dan terjadinya banjir bandang, menimpa banyak penduduk.
Andri menambahkan bahwa BMKG telah mengeluarkan peringatan dini secara berjenjang, mulai dari skala tujuh hari, tiga hari, hingga peringatan cuaca ekstrem jangka pendek sebelum bencana terjadi.
Walaupun sebagian besar wilayah Indonesia sedang berada dalam musim kemarau, dinamika cuaca harian di daerah non‑ZOM seperti Sumatera Barat tetap memiliki potensi menimbulkan kondisi cuaca ekstrem.
BMKG mengimbau masyarakat di sebagian wilayah Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan hujan lebat dalam seminggu ke depan.
Kewaspadaan ekstra ditekankan bagi wilayah Sumatera bagian utara dan barat, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang berada dalam fase transisi cuaca, dengan anjuran memantau pembaruan peringatan dini secara real‑time melalui kanal resmi BMKG.
"Pantauan kami menunjukkan bahwa dalam pekan mendatang ada beberapa wilayah yang perlu diwaspadai, khususnya di sebagian Sumatera Barat, sebagian Kalimantan, serta di Sulawesi dan Papua," ujar Andri.
Ia menegaskan bahwa kondisi saat ini merupakan transisi dari musim kemarau ke fase kering, terutama di bagian utara khatulistiwa.
BPBD Kabupaten Solok melaporkan empat warga mengalami luka akibat banjir di Arosuka, Kecamatan Gunung Talang; tiga di antaranya dirawat di RSUD Arosuka, sementara satu dirujuk ke rumah sakit di Padang.
Sembilan kepala keluarga (total 32 jiwa) terpaksa mengungsi, 11 kantor pemerintah terdampak, serta 21 mobil dan tujuh sepeda motor mengalami kerusakan.
Banjir bandang juga melanda kompleks Kantor Bupati Solok di Bandar Baliang, Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus, dan Nagari Koto Gaek Guguk, Kecamatan Gunung Talang.