bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang di beberapa wilayah Indonesia pada Jumat, 17 Juli 2026.
Menurut BMKG, wilayah yang berstatus Waspada dan berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat meliputi Aceh, Sumatra Utara, Riau, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua. Peringatan dini ini berlaku untuk periode 16-18 Juli 2026.
BMKG menegaskan bahwa tidak ada wilayah di Indonesia yang diprediksi berstatus Siaga, yang berarti berpotensi hujan lebat hingga sangat lebat, maupun Awas, yang mengindikasikan hujan sangat lebat hingga ekstrem pada hari tersebut.
Meskipun sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau yang dominan, dengan sekitar 60,5 persen wilayahnya telah mengalami musim kemarau pada dasarian I Juli 2026, beberapa fenomena atmosfer diprediksi masih dapat memicu pertumbuhan awan hujan.
BMKG memperkirakan pada Dasarian II Juli 2026, sekitar 91,45 persen wilayah Indonesia akan mengalami curah hujan kategori rendah. Sementara itu, 8,52 persen wilayah diprediksi berada pada kategori menengah, dan hanya 0,03 persen yang diperkirakan mengalami curah hujan kategori tinggi.
Curah hujan kategori rendah, yaitu kurang dari 50 mm per dasarian, diprakirakan terjadi di sebagian besar wilayah Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, dan Sulawesi. Kondisi serupa juga diprediksi terjadi di Maluku Utara, Maluku, serta sebagian wilayah Papua.
Namun, adanya gangguan atmosfer seperti Gelombang Kelvin yang aktif melintasi sebagian Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Sulawesi bagian utara, hingga Maluku Utara, serta Gelombang Rossby Ekuatorial yang aktif di sekitar Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Pulau Jawa, Sumatra bagian tengah hingga selatan, dan Sulawesi bagian tengah serta selatan, berpotensi mendukung pembentukan awan hujan di wilayah-wilayah tersebut.