bytedaily
Minggu, 25 Oktober 2026 - 00:46 WIB

BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta hingga 25 Oktober

Redaksi 24 Oktober 2026 3 views
BMKG Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta hingga 25 Oktober
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, BMKG bersama BPBD DKI Jakarta menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) pada 21–25 Oktober 2026. Upaya ini ditujukan untuk membantu mengurangi polusi udara yang berpotensi mengganggu Jakarta serta mendukung kenyamanan lingkungan di tengah suhu panas.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyebut operasi tersebut merupakan kerja sama BMKG dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mitigasi bencana hidrometeorologi, pemantauan, serta pengendalian pencemaran udara. BMKG dan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta juga bertukar data meteorologi dan kualitas udara.

Informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan terkait persoalan lingkungan perkotaan. Masyarakat dapat melihat informasi kualitas udara, termasuk data terkini PM2.5 dan perkiraan untuk tiga hari ke depan, melalui aplikasi JAKI. Penguatan sistem peringatan dini kualitas udara diharapkan membantu penyampaian risiko dan mendorong antisipasi, terutama bagi kelompok rentan.

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto mengatakan OMC dilaksanakan berdasarkan kajian meteorologis, kondisi atmosfer, dan kebutuhan operasional. Intervensi terhadap awan diharapkan dapat membantu memicu hujan di Jakarta dan sekitarnya. Hujan berpotensi mengurangi sebagian partikel pencemar di atmosfer, tetapi hasilnya bergantung pada kondisi cuaca dan karakteristik pencemar.

Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo menyampaikan kelembapan atmosfer lokal dan massa udara konvektif pada periode penyemaian mendukung potensi hujan di Jabodetabek. Hingga 23 Oktober, BMKG telah menjalankan empat sorti penerbangan dan menebarkan total 4.000 kilogram garam atau natrium klorida (NaCl).

Pada 23 Oktober, dua penerbangan penyemaian dilakukan pada ketinggian 10.000–11.000 kaki. Sorti pertama menyasar awan potensial di Jakarta Selatan, Bekasi, Depok, dan Bogor, sedangkan sorti kedua berfokus di Bogor. Penyemaian menggunakan pesawat Cessna Caravan C208B bernomor registrasi PK-SNH, dengan pusat komando di Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan.

Pantauan radar BMKG dan laporan visual pada Jumat sore hingga malam menunjukkan hujan terjadi di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. CNNIndonesia.com juga melaporkan hujan ringan berdurasi singkat disertai mendung di kawasan Lenteng Agung hingga Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Namun, hujan tersebut tidak serta-merta membuktikan bahwa penyemaian awan menjadi penyebabnya. BMKG menyatakan efektivitas OMC bergantung pada kondisi atmosfer dan karakteristik pencemar.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.