bytedaily
Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Jepang Siapkan Misi MMX untuk Mengambil Sampel dari Phobos

Redaksi 18 Oktober 2026 3 views
Jepang Siapkan Misi MMX untuk Mengambil Sampel dari Phobos
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Jepang tengah menyiapkan misi nirawak Martian Moons eXploration (MMX) untuk mengambil sampel dari bulan-bulan Mars. Material tersebut diharapkan dapat membantu meneliti asal-usul Tata Surya dan kehidupan di Bumi.

MMX merupakan misi pulang-pergi pertama ke wilayah Mars dan melibatkan kerja sama badan antariksa Amerika Serikat dan Eropa, sejumlah universitas, serta perusahaan teknologi. Badan Eksplorasi Antariksa Jepang (JAXA) menjadwalkan roket H3 yang membawa wahana itu lepas landas dari Pusat Antariksa Tanegashima pada Selasa (20/10) pukul 04.41 waktu setempat.

Wahana diperkirakan tiba di dekat Mars setahun setelah peluncuran. MMX akan mengorbit Phobos hingga tiga tahun, lalu mendarat untuk mengambil setidaknya 10 gram material dari permukaannya. Sebelum pendaratan, penjelajah bernama IDEFIX akan mengamati permukaan guna membantu memastikan lokasi pendaratan aman.

Manajer proyek MMX, Yasuhiro Kawakatsu, menyebut pengambilan sampel dari Phobos akan menjadi yang pertama di dunia sekaligus menandai perjalanan pulang-pergi pertama ke sistem Mars. Selain Phobos, MMX akan mengamati Deimos, tetapi tidak mendarat di sana. Wahana itu kemudian akan kembali ke Bumi.

JAXA berharap data misi dapat menjelaskan proses terbentuknya Mars dan kedua bulannya. Dua teori yang dikaji adalah hipotesis tabrakan raksasa, yang menyatakan bulan-bulan Mars terbentuk setelah sebuah benda langit menabrak Mars, serta hipotesis penangkapan, yang menduga keduanya merupakan asteroid yang terperangkap gravitasi Mars.

Menurut JAXA, menentukan teori yang tepat dapat membantu menjelaskan bagaimana lingkungan yang mendukung kehidupan terbentuk di planet kebumian, yakni Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Astrofisikawan Prancis Patrick Michel, yang terlibat dalam proyek IDEFIX, mengatakan MMX juga dapat memberi petunjuk mengenai perpindahan air, zat volatil, dan senyawa organik dari Tata Surya bagian luar ke kawasan planet berbatu di bagian dalam.

JAXA juga akan meneliti kemungkinan menjadikan Phobos sebagai stasiun luar angkasa alami. Kajian itu mencakup persyaratan yang diperlukan untuk perjalanan pulang-pergi ke Mars dan dinilai penting bagi eksplorasi Mars berawak.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.