bytedaily
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 04:52 WIB

BMKG Paparkan Skenario Megathrust Aceh-Andaman M9,2 dan Tsunami hingga 10 Meter

Redaksi 24 September 2026 7 views
BMKG Paparkan Skenario Megathrust Aceh-Andaman M9,2 dan Tsunami hingga 10 Meter
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, BMKG menyebut gempa megathrust di segmen Aceh-Andaman dapat mencapai magnitudo 9,2 dalam skenario terburuk. Gempa tersebut berpotensi menimbulkan guncangan hingga VIII MMI, merusak bangunan, serta memicu tsunami setinggi 10 meter di sejumlah lokasi.

Indonesia berada di kawasan tektonik aktif dan memiliki sejumlah zona subduksi yang berpotensi menjadi sumber gempa besar. Megathrust adalah sumber gempa di zona pertemuan lempeng tektonik yang saling bergesekan pada kedalaman dangkal, umumnya kurang dari 50 kilometer. Zona ini dapat melepaskan energi besar dan menghasilkan gempa dengan bidang patahan luas.

BMKG mencatat terdapat 14 segmen megathrust di Indonesia dengan potensi magnitudo maksimum yang tinggi. Untuk wilayah Pantai Barat Sumatera, ketinggian tsunami di garis pantai berpotensi melampaui 3 meter, bahkan lebih dari 10 meter di beberapa lokasi.

BMKG menegaskan informasi tersebut bukan prediksi bahwa gempa akan segera terjadi. Hingga kini, waktu terjadinya gempa belum dapat diperkirakan.

Masyarakat diimbau menyiapkan tas siaga bencana, mengenali jalur dan lokasi evakuasi, serta berlatih kesiapsiagaan bersama keluarga dan komunitas. Warga juga diminta memastikan bangunan memenuhi prinsip tahan gempa dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Untuk mendukung deteksi dan penyebaran peringatan, BMKG menyiapkan 533 sensor seismograf serta sistem peringatan dini tsunami InaTEWS. Masyarakat diminta mewaspadai guncangan kuat atau yang berlangsung lebih dari 30 detik karena tsunami dapat terjadi dalam waktu singkat.

Jika merasakan kondisi tersebut, warga diminta menjauhi pantai dan tepi sungai, lalu mencari informasi melalui televisi nasional, radio daerah, atau pengumuman setempat. Apabila mendengar sirene, kentongan, atau tanda peringatan lainnya, segera evakuasi. Jika tidak mengetahui lokasi evakuasi, menjauhlah dari pantai dan menuju tempat yang lebih tinggi.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.