bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa hujan yang turun di beberapa wilayah Jakarta dalam beberapa hari terakhir merupakan hasil operasi modifikasi cuaca (OMC) dan tidak menimbulkan bahaya.
BMKG menegaskan bahwa bahan yang dipakai dalam OMC merupakan natrium klorida (NaCl) – sama seperti garam dapur – namun dengan tingkat kemurnian dan ukuran partikel yang disesuaikan agar berfungsi efektif sebagai inti kondensasi di dalam awan. Bahan tersebut telah melalui berbagai kajian ilmiah dan berada dalam batas aman, sehingga tidak mencemari air hujan.
Operasi OMC dilakukan untuk meningkatkan potensi curah hujan dengan cara menyemai awan, khususnya setelah terdeteksi adanya gelombang Kelvin yang melintasi wilayah Jakarta dan Jawa Barat. Penggunaan NaCl dalam proses ini juga dipertimbangkan untuk membantu penanggulangan bencana hidrometeorologi, pencegahan kebakaran hutan dan lahan, serta memperbesar cadangan air.
BMKG menambahkan bahwa kualitas air hujan yang perlu diwaspadai bukan disebabkan oleh OMC, melainkan oleh partikel asap yang terbawa dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Asap tersebut mengandung partikel halus (PM2,5, PM10) serta senyawa lain yang dapat menempel pada tetesan air pertama, sehingga air hujan pada awal turun kurang layak untuk dikonsumsi langsung.
Jika masyarakat berencana memanfaatkan air hujan, BMKG menyarankan agar air tersebut terlebih dahulu diendapkan untuk mengendapkan kotoran dan partikel, kemudian disaring dengan filter guna memperoleh air yang lebih bersih dan aman.