bytedaily
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:57 WIB

BMKG Pastikan Hujan Hasil Modifikasi Cuaca Tidak Berbahaya

Redaksi 23 September 2026 11 views
BMKG Pastikan Hujan Hasil Modifikasi Cuaca Tidak Berbahaya
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa hujan yang melanda beberapa wilayah Jakarta belakangan ini merupakan hasil dari operasi modifikasi cuaca (OMC) dan tidak menimbulkan bahaya bagi kesehatan.

BMKG menegaskan bahwa bahan yang dipakai dalam OMC adalah natrium klorida (NaCl) – senyawa yang sama dengan garam dapur – namun dengan tingkat kemurnian dan ukuran partikel yang disesuaikan agar berfungsi sebagai inti kondensasi di awan. Bahan tersebut telah melalui serangkaian kajian dan berada dalam batas aman, sehingga tidak menyebabkan pencemaran pada air hujan.

Operasi OMC dilakukan untuk meningkatkan potensi hujan dengan cara menyemai awan, khususnya setelah terdeteksi adanya gelombang Kelvin yang melintasi wilayah Jakarta dan Jawa Barat. Penggunaan NaCl dalam proses ini juga dipakai untuk mendukung penanggulangan bencana hidrometeorologi, pencegahan kebakaran hutan dan lahan, serta meningkatkan cadangan air.

BMKG menambahkan bahwa kualitas air hujan yang perlu diwaspadai bukan berasal dari OMC, melainkan dari partikel asap yang terbawa oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Asap tersebut mengandung partikel halus seperti PM2,5 dan PM10 serta senyawa lain yang dapat menempel pada tetesan air hujan pertama, sehingga tidak layak dikonsumsi langsung.

Bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan air hujan, BMKG menyarankan agar air tersebut diproses terlebih dahulu, misalnya dengan mengendapkan partikel dan menyaringnya menggunakan filter, agar menjadi lebih bersih dan aman untuk digunakan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.
Topik Terkait:
#teknologi #cuaca #indonesia