bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa kondisi cuaca di perairan Laut Jawa pada saat Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 hilang kontak dan tenggelam pada 13 September tidak menunjukkan tanda-tanda cuaca ekstrem.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG di Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Tanjung Perak Surabaya, Sutarno, menyatakan tidak ada fenomena cuaca berbahaya pada waktu kejadian. Ia menambahkan bahwa pemantauan satelit selama beberapa jam sebelum insiden memperlihatkan cuaca cerah berawan dengan kecepatan angin antara 15 hingga 20 knot.
Menurut Sutarno, tinggi gelombang tercatat 1,5–2,0 meter, sementara kecepatan arus laut berkisar 0,2 knot pada pukul 00.00 WITA, meningkat menjadi 0,6 knot pada pukul 01.00 WITA, dan 0,9 knot pada pukul 02.00 WITA. Ia menjelaskan peningkatan kecepatan angin dipengaruhi oleh perbedaan tekanan udara antara wilayah timur Australia dan daerah ekuator, yang memicu aliran angin timur dari Australia menuju Jawa Timur.
BMKG memperkirakan dampak peningkatan angin tersebut dapat berlanjut selama tiga hari ke depan, sehingga kapal dan pelayaran di daerah tersebut disarankan untuk terus memantau kondisi cuaca.
Meskipun pada saat kejadian cuaca tergolong normal, Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Tanjung Perak Surabaya sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku sejak 11 hingga 14 September 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi Maritim BMKG Tanjung Perak, Sugeng Widarko, dalam dokumen analisisnya menegaskan bahwa citra satelit menunjukkan cuaca cerah hingga berawan di lokasi kejadian antara pukul 00.00 hingga 02.00 WITA. Model cuaca INACAWO BMKG mengkategorikan kecepatan angin sebagai sedang hingga kencang (15–20 knot) dari arah tenggara, tinggi gelombang sebagai sedang (1,5–2,0 meter), dan arus laut sebagai lemah hingga sedang (0,4–1,2 knot) dengan dominasi ke arah barat laut.
Dokumen tersebut juga menyertakan peta visual posisi terakhir KM Virgo Transport 8 pada koordinat 4° 31' 51.82" S 114° 2' 6.88" E, serta citra satelit Himawari‑9 EH yang memperlihatkan kondisi awan cerah hingga berawan selama periode 00.00–03.00 WITA.