bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan untuk periode 17–19 Oktober 2026. Pada Minggu (18/10), sejumlah daerah berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat.
Wilayah berstatus Waspada, dengan potensi hujan sedang hingga lebat, meliputi Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua. Aceh serta Sumatra Utara berstatus Siaga karena berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat. BMKG tidak menetapkan wilayah berstatus Awas maupun mengeluarkan peringatan dini angin kencang pada hari itu.
BMKG mencatat sekitar 76 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia masih berada dalam musim kemarau, terutama di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi. Sekitar 8 persen ZOM telah memasuki musim hujan.
Dalam prakiraan cuaca sepekan untuk 16–22 Oktober 2026, BMKG menyebut kondisi tersebut dapat memperpanjang kekeringan meteorologis di wilayah yang masih minim hujan. Daerah yang disebut meliputi Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Kalimantan dan Sulawesi, Maluku, serta Papua Selatan.
Curah hujan secara umum diprakirakan berada pada kategori rendah hingga menengah, tetapi hujan masih berpeluang terjadi di sejumlah daerah. Dinamika atmosfer regional dan lokal dapat mendukung pembentukan awan hujan dalam waktu relatif singkat.
BMKG memperkirakan aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) berlangsung di sebagian Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, dan Maluku Utara. Gelombang Rossby Ekuatorial diprakirakan aktif di Samudra Hindia sebelah barat Sumatra, sedangkan Gelombang Kelvin berpotensi aktif di sebagian Sumatra Selatan, Bangka Belitung, sebagian besar Kalimantan, pesisir selatan Jawa, sebagian besar Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.
Pertemuan dan perlambatan angin di sejumlah wilayah Sumatra, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua juga mendukung pemusatan massa udara serta pertumbuhan awan hujan. Suhu muka laut yang relatif hangat di perairan sekitar turut menyediakan uap air di atmosfer. BMKG menyatakan kombinasi faktor tersebut berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang secara lokal.