bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, BMKG memperingatkan potensi hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Indonesia pada Kamis (8/10). Peringatan dini untuk periode 7–9 Oktober 2026 itu juga mencakup potensi angin kencang.
Wilayah berstatus Waspada terhadap hujan sedang hingga lebat meliputi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Papua Pegunungan, dan Papua. BMKG tidak menetapkan wilayah berstatus Siaga maupun Awas pada hari ini. Potensi angin kencang perlu diwaspadai di Jawa Timur dan Sulawesi Utara.
BMKG menyebut cuaca Indonesia pada awal Oktober masih dipengaruhi El Niño berintensitas sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Kedua fenomena tersebut berpotensi mempertahankan kondisi atmosfer yang relatif kering di sejumlah wilayah.
Dalam prakiraan cuaca sepekan periode 6–12 Oktober 2026, BMKG menjelaskan El Niño sangat kuat masih bertahan di Samudra Pasifik ekuatorial. IOD positif juga mengurangi pasokan uap air dari Samudra Hindia menuju Indonesia bagian barat.
Pada dasarian pertama Oktober, yakni 1–10 Oktober 2026, sekitar 79,65 persen wilayah Indonesia diprakirakan mengalami curah hujan rendah sebesar 0–50 milimeter per dasarian. Sekitar 19,99 persen wilayah diprakirakan menerima curah hujan kategori menengah, yakni 50–150 milimeter, sedangkan 0,36 persen lainnya masuk kategori tinggi, yaitu 150–300 milimeter.
BMKG menyatakan dominasi curah hujan rendah menunjukkan kondisi kering berpotensi berlanjut di sebagian besar wilayah. Daerah yang telah mengalami periode tanpa hujan cukup panjang perlu mewaspadai dampak kekeringan serta potensi kebakaran hutan dan lahan.
Meski demikian, dinamika atmosfer regional masih membuka peluang hujan di sejumlah daerah. Gelombang Rossby Ekuatorial diprakirakan aktif di sekitar Samudra Hindia sebelah barat Sumatra. Gelombang Kelvin berpotensi memengaruhi Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi bagian selatan, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.
Zona perlambatan dan pertemuan massa udara juga diprakirakan terbentuk di sebagian Sumatra bagian tengah dan utara, Kalimantan bagian tengah hingga timur, Sulawesi bagian utara, serta Papua. Dukungan gelombang atmosfer, suhu muka laut yang relatif hangat, serta pola pertemuan dan belokan angin dapat mendukung pertumbuhan awan hujan. Hujan sedang hingga lebat yang berpeluang disertai petir atau angin kencang masih dapat terjadi secara lokal selama periode tersebut.