bytedaily
Jumat, 03 Juli 2026 - 09:59 WIB

BMKG Perkirakan Hujan Masih Berpotensi di Sejumlah Wilayah Indonesia

Redaksi 30 Juni 2026 7 views
BMKG Perkirakan Hujan Masih Berpotensi di Sejumlah Wilayah Indonesia
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa sejumlah wilayah di Indonesia masih memiliki potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada hari ini, Selasa (30/6). Meskipun sebagian besar wilayah diprakirakan memasuki musim kemarau dengan curah hujan kategori rendah (kurang dari 50 mm per dasarian), peluang hujan belum sepenuhnya hilang.

Menurut BMKG, dinamika atmosfer regional dan lokal yang masih aktif dalam sepekan ke depan berpotensi mendukung pertumbuhan awan hujan. Pengaruh aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) diperkirakan terjadi di sekitar Samudra Hindia barat Sumatera, Maluku, Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Barat, Papua Barat Daya, hingga Laut Arafuru.

Selain itu, Gelombang Rossby Ekuator diprakirakan aktif di wilayah Samudra Hindia barat Sumatera, Laut Cina Selatan, Laut Sulu, serta Samudra Pasifik utara Maluku. Gelombang Kelvin juga diprediksi signifikan di wilayah Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Selat Karimata, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat.

Faktor pendukung lain munculnya peluang hujan di tengah musim kemarau adalah terbentuknya sirkulasi siklonik di perairan barat Sumatera Barat, Selat Makassar, dan Samudra Pasifik utara Papua. Kondisi atmosfer lokal di beberapa wilayah juga menunjukkan labilitas yang mendukung proses konveksi.

BMKG menjelaskan bahwa kombinasi berbagai faktor tersebut membuat hujan masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan, meskipun secara umum sebagian wilayah telah memasuki periode musim kemarau.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.