bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa beberapa wilayah di Indonesia masih memiliki potensi hujan pada Jumat, 28 Agustus 2026. Prediksi ini dikeluarkan di tengah kondisi kekeringan yang tengah melanda sebagian besar daerah di tanah air.
Menurut BMKG, secara umum, curah hujan pada periode Agustus III hingga September II 2026 diperkirakan berada dalam kategori rendah hingga menengah, berkisar antara 0 hingga 150 mm/dasarian. Curah hujan rendah diprakirakan akan mendominasi banyak wilayah, termasuk Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi, Maluku, serta sebagian Papua.
Kondisi ini dipengaruhi oleh fenomena El Nino kategori sangat kuat dan IOD positif yang diperkirakan masih akan berlangsung. Kedua fenomena tersebut cenderung menekan aktivitas konvektif dan mendukung kelanjutan kondisi kering di beberapa wilayah Indonesia.
Meskipun demikian, sejumlah dinamika atmosfer diprediksi masih dapat memicu pertumbuhan awan hujan secara lokal. Madden-Julian Oscillation (MJO) diperkirakan aktif pada 28-29 Agustus 2026 di pesisir utara Aceh, Selat Malaka bagian utara, Kepulauan Aru, Laut Arafuru bagian tengah hingga timur, serta Papua Selatan.
Selain itu, Gelombang Rossby Ekuator diprediksi aktif di pesisir timur Papua Selatan. Potensi pertumbuhan awan hujan juga didukung oleh pembentukan daerah konvergensi dan konfluensi di beberapa wilayah, seperti Laut Andaman, Selat Malaka bagian utara, Laut Natuna Utara, Selat Makassar, Papua, hingga perairan Samudra Pasifik di sekitar Papua. Fenomena ini dapat meningkatkan pengumpulan dan pengangkatan massa udara.
BMKG menyatakan bahwa kondisi atmosfer tersebut menyebabkan sejumlah wilayah di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua dan perairan sekitarnya masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas bervariasi, bersifat sporadis, dan berdurasi singkat. Hal ini terjadi meskipun El Nino yang sangat kuat dan IOD positif yang mendukung kondisi kering masih berlangsung.