bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa pada Selasa, 22 September 2026, terdapat 17 wilayah di Indonesia yang diperkirakan berpotensi mengalami hujan.
BMKG menyatakan bahwa meskipun kondisi kering masih mendominasi sebagian besar wilayah, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat tetap dapat terjadi secara lokal. Dalam tujuh hari ke depan, faktor-faktor atmosferik tertentu diproyeksikan dapat memengaruhi potensi hujan tersebut.
BMKG memperkirakan curah hujan lebih dari 150 milimeter per dasarian akan terjadi di pesisir barat Aceh serta pesisir barat Sumatera Utara pada Dasarian I dan II Oktober 2026.
Potensi hujan pada periode 18‑24 September 2026 diprediksi meliputi wilayah Sumatra bagian utara hingga tengah, Kalimantan bagian utara hingga tengah, Sulawesi bagian tengah hingga selatan, serta daerah pegunungan di Papua dan Papua Barat.
Beberapa dinamika atmosfer menjadi penyebab utama, antara lain aktivasi Gelombang Rossby Ekuatorial di Kalimantan Utara dan Barat, serta Gelombang Kelvin yang diperkirakan aktif di Kalimantan timur, pesisir utara Jawa Timur hingga Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan bagian barat‑utara Papua.
Siklonik di Laut Cina Selatan juga diproyeksikan menciptakan zona perlambatan dan pertemuan angin yang memanjang, yang selanjutnya dapat memperkuat proses pengangkatan massa udara. BMKG menambahkan bahwa dukungan labilitas lokal yang kuat membuat proses pengangkatan udara menjadi optimal, sehingga meningkatkan peluang hujan di wilayah‑wilayah yang terpengaruh.
BMKG mencantumkan 17 daerah berpotensi hujan pada hari tersebut, namun rincian nama daerah tidak disertakan dalam sumber yang tersedia.