bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa pada hari Kamis, 24 September 2026, terdapat 19 wilayah di Indonesia yang diperkirakan akan mengalami potensi hujan.
BMKG menjelaskan bahwa penurunan potensi pembentukan awan hujan secara nasional dipengaruhi oleh kondisi iklim global yang masih berada dalam fase El Nino sangat kuat, dengan nilai Southern Oscillation Index (SOI) sebesar -20,3 dan indeks NINO3.4 mencapai +2,51.
Menurut perkiraan BMKG, curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia pada akhir September hingga awal Oktober 2026 akan berada pada level rendah hingga menengah, yaitu antara 0 hingga 150 milimeter per dasawarsa.
Meski demikian, BMKG mencatat bahwa sejumlah dinamika atmosferik yang diproyeksikan aktif dapat meningkatkan peluang terbentuknya awan hujan secara regional dalam beberapa hari ke depan. Pada 22‑23 September 2026, aktivitas MJO (Madden‑Julian Oscillation) diperkirakan akan melintasi sebagian besar wilayah Sumatera, sementara gelombang Rossby ekuatorial diprediksi aktif di area Kalimantan beserta perairan sekitarnya.
Analisis BMKG juga menunjukkan kemungkinan peningkatan aktivitas konvektif yang dapat memicu pertumbuhan awan hujan di Sumatra, Kalimantan, bagian tengah‑selatan Sulawesi, serta perairan di sekitarnya. Selain itu, sirkulasi siklonik yang menghasilkan daerah perlambatan dan pertemuan aliran angin diproyeksikan terbentuk di Laut Cina Selatan sebelah timur Vietnam, serta di Samudra Pasifik timur dekat Filipina dan utara Papua.
Kondisi atmosferik tersebut diperkuat oleh labilitas lokal yang tinggi serta kecepatan angin permukaan yang dapat melebihi 25 knot, sehingga potensi hujan lebat disertai angin kencang menjadi lebih besar pada skala lokal.
BMKG telah merilis daftar lengkap 19 daerah yang diprediksi berpotensi hujan pada tanggal 24 September 2026, yang dapat diakses melalui situs resmi mereka.