bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini untuk periode 14‑16 September 2026, menyebutkan bahwa sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat serta angin kencang pada Selasa, 15 September.
Menurut informasi BMKG, provinsi Aceh berada pada status Siaga dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat. Sementara itu, beberapa wilayah di Sumatra, Kalimantan, dan Papua diperkirakan berada pada status Waspada, dengan intensitas hujan sedang hingga lebat.
BMKG menegaskan tidak ada daerah yang masuk dalam kategori Awas atau hujan sangat lebat hingga ekstrem pada hari tersebut.
Daftar wilayah yang diprediksi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat dan angin kencang meliputi: Aceh (Siaga), sebagian wilayah Sumatra, Kalimantan, serta Papua (Waspada).
Analisis musim kemarau dasarian I September 2026 menunjukkan bahwa sekitar 80,7 % wilayah Indonesia atau 564 Zona Musim (ZOM) masih berada dalam fase kemarau, sehingga curah hujan di mayoritas daerah diperkirakan berada pada tingkat rendah hingga menengah.
BMKG mencatat bahwa curah hujan rendah masih mendominasi bagian selatan Sumatra, seluruh Pulau Jawa, sebagian besar Bali‑Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan sebagian besar Papua, yang mengindikasikan kondisi kering akan berlanjut.
Meski demikian, peluang hujan tetap ada di beberapa wilayah, antara lain sebagian Sumatra, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, serta daerah pegunungan di Papua.
Potensi hujan ini dipengaruhi oleh aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, serta pembentukan daerah perlambatan dan pertemuan angin di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi atmosfer yang cukup labil, khususnya di bagian Sumatra dan Papua, juga mendukung pembentukan awan hujan, diperkuat oleh faktor konvektif lokal.
Walaupun kondisi kering masih mendominasi, BMKG mengingatkan bahwa potensi hujan sedang hingga sangat lebat secara lokal tetap perlu diwaspadai, sekaligus mengimbau wilayah dengan curah hujan rendah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran hutan dan lahan serta penyebaran asap.