bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia pada tahun 2026/2027 akan tiba lebih lambat serta memiliki durasi yang lebih singkat dibandingkan rata‑rata klimatologis.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan bahwa analisis BMKG menunjukkan penundaan musim hujan di 529 Zona Musim (ZOM), setara dengan 61,08 persen luas daratan Indonesia.
Menurut data yang sama, 26 ZOM diperkirakan akan memasuki musim hujan pada waktu normal, sementara hanya 11 ZOM atau sekitar 1 persen wilayah Indonesia yang diprediksi mengalami awal musim hujan lebih awal dari biasanya.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menambahkan bahwa keterlambatan ini berkaitan dengan musim kemarau yang lebih panjang pada tahun 2026, sehingga mayoritas zona mengalami kemunduran dibandingkan rata‑rata historis.
BMKG juga memperkirakan bahwa 482 ZOM (51,90 persen luas daratan) akan mengalami musim hujan dengan durasi lebih pendek. Sebaliknya, 60 ZOM diprediksi memiliki musim hujan yang lebih panjang, dan 40 ZOM diperkirakan tetap pada durasi normal.
Ardhasena mengingatkan bahwa periode antara masuknya musim hujan dengan puncaknya diperkirakan berdekatan, yang berpotensi menimbulkan lonjakan curah hujan intens serta meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor.