bytedaily
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:31 WIB

BMKG Prediksi Musim Hujan Datang Terlambat dan Durasi Lebih Pendek

Redaksi 22 September 2026 12 views
BMKG Prediksi Musim Hujan Datang Terlambat dan Durasi Lebih Pendek
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia akan tiba lebih lambat serta memiliki durasi yang lebih singkat dibandingkan rata‑rata klimatologis.

Menurut Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, analisis internal menunjukkan bahwa 529 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 61,08 % luas daratan Indonesia diprediksi mengalami penundaan masuknya musim hujan. Sebaliknya, 26 ZOM diperkirakan akan mengikuti pola normal, sementara hanya 11 ZOM (sekitar 1 %) yang diproyeksikan mengalami awal musim hujan lebih cepat.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa keterlambatan tersebut berkaitan dengan musim kemarau yang lebih panjang pada tahun 2026. Karena musim kemarau yang memanjang, mayoritas zona mengalami kemunduran masuknya musim hujan bila dibandingkan dengan rata‑rata historis.

BMKG juga memperkirakan bahwa 482 ZOM atau 51,90 % luas daratan Indonesia akan mengalami durasi musim hujan yang lebih pendek daripada biasanya. Hanya 60 ZOM yang diprediksi memiliki musim hujan lebih lama, dan 40 ZOM diperkirakan tetap pada durasi normal.

Ardhasena menambahkan bahwa periode antara awal musim hujan dan puncaknya diperkirakan berdekatan, sehingga potensi lonjakan curah hujan meningkat. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor di wilayah‑wilayah yang terdampak.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.
Topik Terkait:
#teknologi #cuaca #indonesia