bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia akan tiba lebih lambat serta memiliki durasi yang lebih singkat dibandingkan rata‑rata klimatologis.
Menurut Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, analisis internal menunjukkan bahwa 529 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 61,08 % luas daratan Indonesia diprediksi mengalami penundaan masuknya musim hujan. Sebaliknya, 26 ZOM diperkirakan akan mengikuti pola normal, sementara hanya 11 ZOM (sekitar 1 %) yang diproyeksikan mengalami awal musim hujan lebih cepat.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa keterlambatan tersebut berkaitan dengan musim kemarau yang lebih panjang pada tahun 2026. Karena musim kemarau yang memanjang, mayoritas zona mengalami kemunduran masuknya musim hujan bila dibandingkan dengan rata‑rata historis.
BMKG juga memperkirakan bahwa 482 ZOM atau 51,90 % luas daratan Indonesia akan mengalami durasi musim hujan yang lebih pendek daripada biasanya. Hanya 60 ZOM yang diprediksi memiliki musim hujan lebih lama, dan 40 ZOM diperkirakan tetap pada durasi normal.
Ardhasena menambahkan bahwa periode antara awal musim hujan dan puncaknya diperkirakan berdekatan, sehingga potensi lonjakan curah hujan meningkat. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor di wilayah‑wilayah yang terdampak.