bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim hujan pada bulan November, dengan puncaknya terjadi antara Desember hingga Februari.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa permulaan musim hujan tidak serentak di seluruh negeri. Sebagian besar daerah diperkirakan mulai merasakan hujan pada November (185 ZOM) dan Desember (266 ZOM).
Ardhasena menambahkan bahwa rentang waktu antara awal masuknya musim hujan dan puncaknya biasanya berdekatan.
Menurut data BMKG, puncak musim hujan diproyeksikan terjadi pada bulan Desember dengan 155 ZOM (menyentuh 36,94 % luas daratan Indonesia), pada Januari dengan 162 ZOM (25,68 % luas daratan), dan pada Februari dengan 190 ZOM (16,79 % luas daratan).
Ardhasena memperingatkan bahwa peningkatan curah hujan pada periode puncak dapat memicu bencana hidrometeorologis. "Kita perlu waspada terhadap lonjakan curah hujan di musim hujan ini karena dapat menimbulkan dampak turunan seperti banjir dan longsor," ujarnya dalam konferensi pers daring pada Selasa (22/9).
BMKG mengimbau masyarakat untuk memperkuat sistem drainase serta menyiapkan prosedur evakuasi guna mengantisipasi potensi banjir dan longsor pada awal dan puncak musim hujan.
Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menyoroti wilayah-wilayah yang secara historis rawan bencana selama musim hujan, antara lain Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, Aceh, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Papua, dan sebagian Maluku. Ia menegaskan, "Meskipun periode musim hujan pendek, curah hujan biasanya tinggi dan intens, sehingga perlu diwaspadai agar tidak terjadi hujan lebat dalam waktu singkat pada bulan-bulan tersebut."