bytedaily
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:33 WIB

BMKG Prediksi Musim Hujan Indonesia 2026/2027 Mulai November, Puncak Desember-Februari

Redaksi 22 September 2026 14 views
BMKG Prediksi Musim Hujan Indonesia 2026/2027 Mulai November, Puncak Desember-Februari
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim hujan pada bulan November, dengan puncaknya terjadi antara bulan Desember hingga Februari.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa awal musim hujan tidak akan terjadi secara serentak di seluruh nusantara. Menurutnya, mayoritas daerah baru akan merasakan hujan mulai November (185 ZOM) dan Desember (266 ZOM).

Ardhasena menambahkan bahwa rentang waktu antara permulaan musim hujan dan puncaknya biasanya berdekatan, sehingga curah hujan dapat meningkat secara signifikan dalam periode singkat.

Data BMKG menunjukkan bahwa puncak musim hujan diperkirakan akan terjadi pada Desember dengan 155 ZOM (menyentuh 36,94 % luas daratan Indonesia), pada Januari dengan 162 ZOM (25,68 %) dan pada Februari dengan 190 ZOM (16,79 %).

Deputi tersebut mengingatkan bahwa lonjakan curah hujan pada fase puncak berpotensi memicu bencana hidrometeorologis, seperti banjir dan tanah longsor.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapan sistem drainase serta prosedur evakuasi guna mengurangi dampak bencana pada awal dan puncak musim hujan.

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menyoroti wilayah-wilayah yang secara historis rawan terhadap bencana musim hujan, termasuk Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, Aceh, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Papua, dan sebagian Maluku, serta mengingatkan agar kewaspadaan tetap tinggi.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.