bytedaily
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:39 WIB

BMKG Prediksi Puncak Musim Hujan di Indonesia 2026/2027 Dimulai Desember hingga Februari

Redaksi 22 September 2026 11 views
BMKG Prediksi Puncak Musim Hujan di Indonesia 2026/2027 Dimulai Desember hingga Februari
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim hujan pada bulan November, dengan puncaknya terjadi antara bulan Desember hingga Februari.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa awal musim hujan tidak serentak di seluruh negeri; sebagian wilayah baru mulai merasakan hujan pada November (185 zona observasi meteorologi/ZOM) dan Desember (266 ZOM). Ia menambahkan bahwa masa transisi antara awal musim hujan dan puncaknya biasanya berdekatan.

Menurut data BMKG, puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Desember di 155 ZOM (mencakup 36,94% luas daratan Indonesia), pada Januari di 162 ZOM (25,68%), dan pada Februari di 190 ZOM (16,79%).

Ardhasena mengingatkan bahwa lonjakan curah hujan pada periode puncak dapat memicu bencana hidrometeorologis, seperti banjir dan tanah longsor. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan bersama terhadap intensitas hujan yang meningkat selama musim hujan tahun ini.

BMKG juga mengimbau pihak terkait untuk memperkuat sistem drainase serta menyiapkan mekanisme evakuasi guna mengantisipasi potensi bencana banjir dan longsor pada fase awal dan puncak musim hujan.

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menambahkan bahwa beberapa daerah yang secara historis rawan bencana, antara lain Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, Aceh, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Papua, dan sebagian wilayah Maluku, perlu meningkatkan kewaspadaan mengingat curah hujan yang biasanya tinggi meski periode hujan relatif singkat.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.