bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, BMKG memperkirakan sebagian besar wilayah Indonesia memasuki musim hujan pada November, lebih lambat dari biasanya. Puncak musim hujan diprediksi berlangsung pada Desember hingga Februari.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan, awal musim hujan dan puncaknya umumnya terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan. Ia mengingatkan bahwa peningkatan curah hujan berpotensi memicu dampak lanjutan, seperti banjir dan longsor.
BMKG juga meminta masyarakat tetap mewaspadai kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan, terutama pada September hingga Oktober. Untuk mengantisipasi banjir dan longsor pada awal maupun puncak musim hujan, kesiapan evakuasi dan sistem drainase perlu dioptimalkan.
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani menyebut sejumlah daerah yang secara historis rawan bencana saat musim hujan, yakni Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, Aceh, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Papua, dan sebagian Maluku. Menurutnya, periode musim hujan kali ini relatif pendek, tetapi curah hujan umumnya lebih besar dan berada di atas kondisi normal sehingga hujan dapat turun dengan intensitas tinggi.
BMKG memperkirakan puncak musim hujan terjadi pada Desember 2026 di 155 Zona Musim (ZOM), yang mencakup 39,64 persen luas daratan Indonesia. Pada Januari, puncak diprediksi terjadi di 162 ZOM atau 25,68 persen luas daratan, sedangkan pada Februari terdapat 190 ZOM atau 16,79 persen luas daratan.