bytedaily
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 00:41 WIB

BMKG Prediksi Puncak Musim Hujan Terjadi pada Desember hingga Februari

Redaksi 26 September 2026 12 views
BMKG Prediksi Puncak Musim Hujan Terjadi pada Desember hingga Februari
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, BMKG memperkirakan sebagian besar wilayah Indonesia memasuki puncak musim hujan pada Desember hingga Februari. Musim hujan tahun ini diprediksi datang terlambat dan periode awal musim hujan umumnya berdekatan dengan puncaknya.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengingatkan bahwa peningkatan curah hujan dapat memicu dampak lanjutan, seperti banjir dan longsor. Ia menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers daring pada Selasa (22/9).

BMKG meminta masyarakat dan pihak terkait tetap mewaspadai kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan, terutama pada September-Oktober. Kesiapan sistem drainase dan evakuasi juga perlu dioptimalkan untuk menghadapi risiko banjir dan longsor pada awal maupun puncak musim hujan.

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani menyebut Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, Aceh, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Papua, dan sebagian Maluku sebagai wilayah yang berdasarkan catatan historis rawan bencana saat musim hujan. Menurutnya, meski periode musim hujan relatif singkat, curah hujannya umumnya lebih besar dan normal sehingga hujan intens dapat terjadi pada bulan-bulan tersebut.

BMKG memperkirakan puncak musim hujan terjadi pada Desember 2026 di 155 zona musim (ZOM), yang mencakup 39,64 persen luas daratan Indonesia. Pada Januari, puncak diperkirakan terjadi di 162 ZOM atau 25,68 persen luas daratan, sedangkan pada Februari diprediksi terjadi di 190 ZOM atau 16,79 persen luas daratan Indonesia.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.