bytedaily
Jumat, 03 Juli 2026 - 23:19 WIB

BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Indonesia Diguyur Hujan Sedang hingga Lebat

Redaksi 15 Juni 2026 11 views
BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Indonesia Diguyur Hujan Sedang hingga Lebat
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan di berbagai wilayah Indonesia pada periode 14 hingga 16 Juni 2026. Beberapa daerah diprediksi akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, disertai dengan angin kencang.

Menurut peringatan tersebut, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, dan Maluku Utara berpotensi diguyur hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat, yang dikategorikan sebagai status Siaga. Sementara itu, wilayah lain seperti Aceh, Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Maluku, dan beberapa daerah lainnya diperkirakan akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, berstatus Waspada.

BMKG juga menginformasikan bahwa tidak ada wilayah yang diprediksi akan mengalami hujan ekstrem atau kategori Awas pada hari ini. Daftar lengkap wilayah yang berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat dan angin kencang meliputi Aceh, Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Tengah, dan Papua.

Meskipun pengamatan hingga akhir Mei 2026 menunjukkan 28,6 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau dan diprediksi terus bertambah, BMKG menegaskan bahwa hujan masih berpeluang terjadi. Hal ini disebabkan oleh dinamika atmosfer regional dan faktor lokal yang masih mendukung pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah. Kondisi ini juga dipengaruhi oleh indikator El NiƱo Southern Oscillation (ENSO) yang menunjukkan kecenderungan fase hangat, serta aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, Gelombang Rossby Ekuatorial, dan sirkulasi siklonik yang dapat memicu pertumbuhan awan hujan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.