bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang di beberapa wilayah Indonesia pada hari Jumat, 21 Agustus 2026.
Menurut peringatan tersebut, Sumatra Utara dan Sumatra Barat diprediksi akan mengalami hujan sedang hingga lebat, sehingga statusnya ditetapkan sebagai Waspada. BMKG menginformasikan bahwa tidak ada wilayah yang diprediksi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat atau berstatus Siaga dan Awas pada periode tersebut.
BMKG juga memprakirakan bahwa pada periode dasarian II Agustus hingga dasarian I September 2026, curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia secara umum akan berada pada kategori rendah hingga menengah. Curah hujan rendah, yaitu kurang dari 50 mm per dasarian, diprediksi masih mendominasi di banyak daerah, termasuk Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, hingga Papua.
Prakiraan Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 18-24 Agustus 2026 yang dikeluarkan BMKG menyebutkan bahwa kondisi curah hujan yang cenderung rendah ini dipengaruhi oleh El NiƱo yang sangat kuat dan IOD positif. Kedua fenomena tersebut secara umum mengurangi suplai uap air ke Indonesia dan menjaga atmosfer tetap relatif kering.
Meskipun demikian, BMKG menekankan bahwa pengaruh fenomena tersebut tidak merata di seluruh wilayah. Dinamika atmosfer regional dan lokal masih berpotensi mendukung pembentukan awan hujan di beberapa daerah. Aktivitas MJO diprakirakan berada di sebagian besar Sumatra, Kalimantan bagian barat dan utara, serta Papua bagian utara dan barat. Gelombang Kelvin diprediksi aktif di sebagian besar Sumatra, Sulawesi, dan Kalimantan, sementara Gelombang Rossby Ekuatorial berpotensi berpropagasi di sebagian Kalimantan bagian utara dan timur. Aktivitas gelombang atmosfer ini dapat meningkatkan pertumbuhan awan konvektif, terutama di wilayah yang didukung oleh konvergensi angin, kelembaban, dan labilitas atmosfer lokal.