bytedaily
Jumat, 21 Agustus 2026 - 10:15 WIB

Waspada Potensi Karhutla Akibat 'El Nino Godzilla', BMKG Tegaskan Istilah Tak Resmi

Redaksi 21 Agustus 2026 1 views
Waspada Potensi Karhutla Akibat 'El Nino Godzilla', BMKG Tegaskan Istilah Tak Resmi
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengimbau masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dipicu oleh fenomena yang dijuluki 'El Nino Godzilla'. Ia menekankan bahwa kekuatan El Nino tahun ini diprediksi setara dengan kondisi pada tahun 2015, periode di mana Indonesia menghadapi karhutla berskala besar.

Antoni menjelaskan bahwa laporan BMKG untuk periode Agustus hingga Oktober mengindikasikan adanya El Nino yang sangat kuat. Meskipun 'El Nino Godzilla' bukanlah terminologi ilmiah yang baku, istilah ini digunakan untuk menggambarkan kekuatan fenomena tersebut. Beliau mengingatkan kembali dampak karhutla pada 2015 yang tidak hanya merusak hutan dan lahan, tetapi juga melumpuhkan berbagai aktivitas masyarakat, termasuk penutupan bandara, pasar, pusat perbelanjaan, sekolah, serta membanjirnya pasien ISPA di rumah sakit akibat terbakarnya lahan seluas 2,6 juta hektare.

Istilah 'El Nino Godzilla' pertama kali diungkapkan oleh ahli klimatologi NASA, Bill Patzert, pada tahun 2015. Istilah ini bukan merupakan istilah teknis atau ilmiah, melainkan cara untuk menggambarkan fenomena El Nino yang sangat kuat, bahkan berpotensi menjadi salah satu yang terkuat sejak pencatatan dimulai pada 1950. Fenomena El Nino sendiri merupakan pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ekuator yang berakibat pada musim kemarau yang lebih panjang dan kering di Indonesia.

Namun, pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa istilah 'El Nino Godzilla' tidak termasuk dalam klasifikasi klimatologi resmi. Menurut Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, istilah tersebut cenderung bersifat hiperbolis dan kategori El Nino yang diakui secara resmi hanya terbagi menjadi lemah, moderat, dan kuat. Hasil pemantauan BMKG pada Dasarian I Agustus 2023 menunjukkan indeks Indian Ocean Dipole (IOD) sebesar +0,457 dan nilai Sea Surface Temperature Anomaly (SSTA) di region Nino3,4 sebesar +2,77. Kondisi ini mengindikasikan El Nino dengan intensitas sangat kuat bersamaan dengan fase positif IOD, yang mendukung berkurangnya curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia dan berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.