bytedaily
Sabtu, 04 Juli 2026 - 08:28 WIB

BMKG: Sebagian Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

Redaksi 09 Juni 2026 15 views
BMKG: Sebagian Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa sejumlah daerah di Indonesia berpotensi mengalami cuaca ekstrem, termasuk hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat, serta angin kencang pada hari ini, Selasa (9/6).

Menurut peringatan dini BMKG yang mencakup periode 8-10 Juni 2026, Kalimantan Barat diprediksi akan diguyur hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat. Sementara itu, wilayah lain seperti Aceh, Riau, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Utara, serta beberapa daerah lainnya, diperkirakan akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

BMKG juga memperkirakan adanya potensi angin kencang di beberapa wilayah, termasuk Aceh, Bali, dan Banten.

Dalam perkiraan tersebut, BMKG menegaskan bahwa tidak ada wilayah yang masuk dalam kategori awas, yang menandakan hujan sangat lebat hingga ekstrem.

Daftar wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat dan angin kencang meliputi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Tengah, dan Papua. Sementara itu, wilayah yang berpotensi mengalami angin kencang adalah Aceh, Bali, Banten, Kepulauan Bangka Belitung, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur.

Analisis indikator iklim global terkini menunjukkan kondisi El Niño di Samudra Pasifik, yang ditandai dengan indeks Niño 3.4 sebesar +0,69 dan nilai SOI sebesar -16,0. BMKG menyatakan bahwa kondisi ini umumnya berdampak pada penurunan potensi curah hujan di sebagian wilayah Indonesia.

Namun demikian, BMKG menjelaskan bahwa dinamika atmosfer skala regional masih berpotensi mendukung pertumbuhan awan hujan di beberapa daerah.

Dalam perkiraan Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 5-11 Juni, BMKG memprediksi aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) berada pada fase 7 (Western Pacific) hingga fase 8 (Western Hemisphere and Africa), yang diperkirakan kurang berpengaruh terhadap wilayah Indonesia. Meskipun demikian, pengaruh konvektif MJO diprediksi masih aktif di Papua bagian tengah hingga timur.

Selain itu, Gelombang Kelvin yang bergerak ke arah timur diprediksi aktif di sebagian besar wilayah Indonesia, sementara Gelombang Rossby Ekuatorial yang bergerak ke arah barat diperkirakan aktif di Sumatra bagian utara. Sirkulasi siklonik juga berpotensi terbentuk di Samudra Pasifik utara Papua, menciptakan daerah konvergensi yang memanjang dari Papua Pegunungan hingga Papua Tengah.

BMKG juga mengidentifikasi labilitas atmosfer yang kuat berpotensi mendukung proses konvektif lokal di Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan. Aktivitas gelombang atmosfer dan sirkulasi siklonik tersebut perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan potensi hujan di sebagian wilayah Indonesia.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.