bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa patahan di wilayah Surabaya-Madura memang tergolong aktif, namun tidak termasuk dalam kategori patahan baru. Pernyataan ini menjawab beredarnya unggahan viral yang menyatakan adanya sesar baru di kawasan tersebut.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Malang, Ricko Kardoso, menjelaskan bahwa keberadaan sesar aktif tersebut telah tercatat dalam buku Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen) sejak 2017 dan baru saja diperbarui pada 2024. "Jika sudah masuk ke buku Pusgen, berarti sesar masuk kategori aktif. Namun warga tidak perlu khawatir," ujarnya pada Selasa (8/9).
Ricko menekankan pentingnya masyarakat menanggapi informasi seputar bahaya gempa dengan bijak, bukan dengan kepanikan. Ia mengimbau agar publik meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk pengetahuan tentang langkah‑langkah yang harus diambil sebelum, saat, dan setelah terjadi gempa. "Kesiapsiagaan individu sangat perlu ditingkatkan karena gempa bumi belum dapat diprediksi secara pasti," tambahnya.
Sebelumnya, video yang menyebutkan adanya patahan aktif baru di Surabaya diunggah oleh akun @gempa_dan_cuaca enam hari lalu. Video tersebut telah ditonton sekitar 497 ribu kali, memperoleh 15,9 ribu suka, dan memicu 1.063 komentar. Pada captionnya, akun tersebut menuliskan, "Sudah tahu kah kalian, Surabaya Memiliki Patahan Aktif Baru? Ini daerah yang dilintasinya."