bytedaily - Melansir cnnindonesia.com, BMKG menyatakan tidak mendeteksi aktivitas kegempaan di sekitar Gunung Pandan, Bojonegoro, Jawa Timur, setelah warga melaporkan suara dentuman pada Minggu (18/10). Keterangan itu disampaikan Setiyaris, Petugas Pengamat Meteorologi dan Geofisika Madya BMKG Nganjuk, pada Senin (19/10).
Setiyaris mengatakan penyebab dentuman tersebut belum dapat dipastikan dan perlu diteliti lebih lanjut. Secara teori, gelombang akustik dari aktivitas tektonik atau vulkanik dapat menimbulkan suara dentuman. Gelombang suara atau infrasonik juga bisa merambat jauh serta mengalami pembiasan dan pemantulan oleh lapisan atmosfer.
Namun, dentuman serupa tidak selalu berkaitan dengan aktivitas tektonik atau vulkanik. Fenomena atmosfer, petir, kegiatan manusia, maupun gelombang kejut juga dapat menjadi penyebab. Untuk memastikan sumber suara, diperlukan pencocokan data seismik dan infrasonik, kondisi atmosfer, serta laporan pengamatan lapangan.
Suara dentuman itu terdengar di sekitar Gunung Pandan, kawasan perbatasan Bojonegoro dan Madiun, dan ramai dibicarakan di media sosial. Sejumlah warga melaporkan mendengarnya dari wilayah Madiun, Bojonegoro, Tuban, hingga Nganjuk. Seorang warga di kawasan Petung, Pajaran, Saradan, menyebut suara terdengar sekitar pukul 18.30 WIB, tetapi ia tidak melihat meteor seperti yang dikaitkan dengan fenomena itu dalam sebuah video.