bytedaily
Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Pemerintah Perluas Akses Internet, Sekitar 2.000 Desa Masih Blankspot

Redaksi 20 Oktober 2026 1 views
Pemerintah Perluas Akses Internet, Sekitar 2.000 Desa Masih Blankspot
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, pemerintah Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming terus berupaya memperluas akses internet di Indonesia. Cakupan internet disebut telah menjangkau hampir 98 persen desa dan kelurahan, tetapi sekitar 2.000 desa masih belum terkoneksi. Papua menjadi salah satu wilayah dengan jumlah blankspot terbanyak.

Data Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat sekitar 83.000 desa dan kelurahan telah terjangkau internet. Direktur Utama BAKTI Komdigi Fadhilah Mathar menyampaikan data tersebut dalam acara Bakti Media Connect 2026 di Jakarta, Rabu (12/8).

Untuk memperluas konektivitas, BAKTI membangun infrastruktur di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Sarana yang digunakan mencakup base transceiver station (BTS) 4G, jaringan serat optik Palapa Ring, serta Satelit Republik Indonesia (Satria-1) berkapasitas 150 Gbps.

BAKTI menyebut telah menyediakan akses internet di 3.864 titik layanan publik dan sinyal 4G di 6.747 desa. Secara keseluruhan, akses internet tersedia di lebih dari 31.000 lokasi di berbagai daerah. Sekitar 68 persen lokasi tersebut berada di sektor pendidikan dan 5,89 persen di sektor kesehatan untuk mendukung e-government.

Lokasi lainnya meliputi kantor pemerintahan dan pusat kegiatan masyarakat, yang mencakup sekitar 19,9 persen. Infrastruktur juga dimanfaatkan di pasar tradisional, tempat ibadah, pos pertahanan dan keamanan, lokasi usaha, serta fasilitas transportasi publik. Palapa Ring sepanjang 12.148 kilometer telah melayani 131 titik Network Operation Center (NOC) di 57 kabupaten dan kota non-komersial.

Fadhilah mengatakan pembangunan jaringan di wilayah 3T perlu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, keberhasilan program, menurutnya, tidak cukup dinilai dari jumlah infrastruktur, tetapi juga dari tingkat pemanfaatannya.

Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada 2026 mencatat penetrasi internet mencapai 81,76 persen atau sekitar 235 juta orang dari total populasi 287 juta jiwa. Jumlah pengguna tersebut bertambah sekitar 6 juta dibandingkan tahun sebelumnya, ketika penetrasi tercatat 80,66 persen atau sekitar 229 juta orang.

Selain pembangunan infrastruktur, Komdigi menggelar lelang frekuensi 1,4 GHz pada 2025. Pemerintah juga menyebut lelang frekuensi sebagai salah satu upaya untuk mendorong layanan internet yang lebih cepat dan terjangkau.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.