bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, CEO Danantara Indonesia yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, mengklaim bahwa pertemuan dengan 122 investor global di Amerika Serikat (AS) telah berhasil memulihkan kepercayaan pasar internasional terhadap kebijakan ekonomi Indonesia. Pertemuan yang dirancang oleh pemerintah ini bertujuan untuk mengubah persepsi negatif global mengenai arah kebijakan ekonomi pemerintahan baru.
Rosan menjelaskan bahwa investor yang ditemui merupakan pihak yang telah berinvestasi di pasar modal Indonesia. Kunjungan kerja ke luar negeri ini juga dimanfaatkan untuk menjelaskan peran Badan Pengelola Investasi Danantara sebagai institusi baru yang berkontribusi pada penguatan ekonomi nasional. Sebelumnya, para pemodal internasional sempat meragukan komitmen pemerintah terhadap kebijakan fiskal dan iklim investasi di dalam negeri.
Menurut Rosan, respons positif dari pasar keuangan AS menjadi pendorong utama perbaikan sentimen pasar, yang tercermin dari penguatan nilai tukar rupiah dan indeks saham domestik. Ia menyatakan bahwa investor merasa yakin setelah melihat kebijakan yang diambil oleh Danantara dan pemerintah mampu membalikkan keraguan mereka terhadap ekonomi dan kebijakan Indonesia.
Proses pemulihan kepercayaan pasar modal ini, menurut Rosan, memerlukan pembuktian kapasitas dan profesionalisme pengelola lembaga. Investor global dilaporkan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis mengenai tata kelola dan akuntabilitas Danantara sebelum memutuskan untuk kembali menempatkan modal mereka. Ia menambahkan bahwa kredibilitas penyampaian dari Danantara diterima dengan baik oleh para investor, meskipun sesi tanya jawab berlangsung intens.
Keberhasilan diplomasi investasi ini disebut-sebut mengakhiri fase penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat mencapai titik terendah pada awal Juni 2026.