bytedaily
Rabu, 19 Agustus 2026 - 00:27 WIB

Bos OpenAI Sebut Kuliah 4 Tahun Terlalu Lama, Sarankan Adaptasi dengan AI

Redaksi 18 Agustus 2026 5 views
Bos OpenAI Sebut Kuliah 4 Tahun Terlalu Lama, Sarankan Adaptasi dengan AI
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, CEO OpenAI Sam Altman berpendapat bahwa durasi kuliah selama empat tahun dinilai terlalu lama. Menurutnya, tidak semua orang memerlukan waktu perkuliahan sepanjang itu. Altman sendiri pernah meninggalkan Universitas Stanford setelah dua tahun menempuh pendidikan untuk mendirikan Loopt, sebuah aplikasi berbagi lokasi, yang kemudian menjadi bagian dari Y Combinator.

Dalam sebuah acara jejaring yang diselenggarakan oleh investor Cory Levy, Altman mengakui bahwa ia menghargai pengalamannya selama dua tahun di universitas, terutama kesempatan untuk bertemu orang baru, belajar hidup mandiri, dan mengerjakan proyek. Namun, ia merasa bahwa melanjutkan studi selama dua tahun lagi tidak akan memberikannya pengalaman tambahan yang signifikan.

Altman tidak serta-merta menolak pendidikan tinggi, tetapi ia mempertanyakan relevansi durasi empat tahun perkuliahan di tengah perubahan cara orang bekerja dan belajar. Pandangannya ini sejalan dengan mentornya, Peter Thiel, yang juga mendukung anak muda untuk mengejar proyek-proyek inovatif daripada terpaku pada jalur pendidikan konvensional.

Lebih lanjut, Altman mendorong para calon pengusaha untuk tidak terlalu khawatir mengenai penilaian orang lain dan lebih fokus pada pembangunan karya. Ia menyoroti peran kecerdasan buatan (AI) yang mempermudah pendirian startup dengan mengurangi kebutuhan sumber daya dan tim besar di awal. Selain itu, ia menyarankan agar pengusaha muda tidak ragu untuk mengeksplorasi beberapa ide sekaligus di awal karier untuk menemukan potensi terbaik, sebelum akhirnya berkomitmen penuh pada satu proyek.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.