bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Badan Pusat Statistik (BPS) mengklarifikasi bahwa angka desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) merupakan gambaran posisi relatif keluarga dalam pemeringkatan kesejahteraan, bukan ukuran tunggal kondisi ekonomi.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyatakan bahwa desil tidak menunjukkan besaran pendapatan atau kekayaan keluarga, melainkan posisi relatif keluarga dibandingkan dengan keluarga lain berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi. Ia mencontohkan, keluarga di desil 3 berada pada kelompok ketiga dari sepuluh kelompok pemeringkatan kesejahteraan relatif, namun tidak serta-merta memiliki pendapatan, pengeluaran, atau kondisi sosial ekonomi yang sama dengan keluarga lain di desil yang sama.
Penentuan desil oleh BPS tidak hanya didasarkan pada satu indikator seperti penghasilan, kepemilikan barang, daya listrik, atau pekerjaan. Pemeringkatan mempertimbangkan berbagai karakteristik sosial ekonomi secara simultan, meliputi kondisi perumahan, sumber air minum, bahan bakar masak, kepemilikan aset, konsumsi listrik, komposisi keluarga, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, dan disabilitas.
Informasi tersebut diolah menggunakan metode statistik Proxy Means Test (PMT) untuk mengestimasi tingkat kesejahteraan keluarga berdasarkan karakteristik yang teramati. Metode PMT ini umum digunakan secara internasional, terutama ketika data pendapatan atau konsumsi rumah tangga sulit diperoleh atau diverifikasi. Pendekatan ini memungkinkan penggunaan berbagai informasi sosial ekonomi yang dapat diamati untuk memperkirakan posisi kesejahteraan relatif keluarga.
BPS menjelaskan bahwa desil berfungsi sebagai alat pemeringkatan untuk mengenali kelompok masyarakat berdasarkan posisi kesejahteraan relatifnya. Informasi ini dapat digunakan oleh kementerian/lembaga sebagai salah satu dasar dalam menentukan sasaran atau prioritas program. Oleh karena itu, desil bukan daftar penerima program dan penggunaannya harus selalu dibaca dalam konteks program yang bersangkutan.
Posisi desil dapat berubah seiring dengan perubahan kondisi sosial ekonomi keluarga dan posisi relatifnya dibandingkan keluarga lain. Perubahan pada satu indikator tidak otomatis mengubah desil karena berbagai karakteristik dipertimbangkan bersama dalam proses pemeringkatan. Untuk menjaga relevansi DTSEN, BPS menekankan pentingnya pemutakhiran data secara berkala.