bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Pusat Statistik (BPS) memberikan klarifikasi mengenai makna desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). BPS menjelaskan bahwa desil merupakan indikator pemeringkatan relatif tingkat kesejahteraan keluarga, bukan penentu mutlak kondisi kemiskinan, pendapatan, atau kekayaan.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyatakan bahwa desil menggambarkan posisi suatu keluarga jika dibandingkan dengan keluarga lainnya berdasarkan beragam karakteristik sosial ekonomi. Oleh karena itu, angka desil harus dipahami sebagai gambaran posisi relatif dalam urutan kesejahteraan, bukan sebagai satu-satunya ukuran kondisi ekonomi sebuah keluarga.
Dalam sistem DTSEN, keluarga dikelompokkan menjadi sepuluh tingkatan berdasarkan kesejahteraan relatif. Desil 1 mewakili kelompok dengan kesejahteraan relatif terendah, sementara desil 10 adalah kelompok dengan kesejahteraan relatif tertinggi.
BPS menegaskan bahwa penentuan desil tidak hanya mengandalkan besaran penghasilan. Pemeringkatan juga mencakup pertimbangan terhadap berbagai faktor lain seperti kondisi perumahan, sumber air minum, bahan bakar dan energi untuk memasak, kepemilikan aset, daya dan konsumsi listrik, komposisi keluarga, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, kondisi kesehatan, hingga keberadaan disabilitas. Seluruh karakteristik ini dihitung secara komprehensif menggunakan metode statistik Proxy Means Test (PMT), sehingga satu indikator saja tidak serta-merta menentukan posisi desil sebuah keluarga.
BPS menekankan bahwa desil bukanlah ukuran absolut kemiskinan maupun nilai nominal pendapatan atau kekayaan suatu keluarga. Lebih lanjut, desil bukan merupakan daftar penerima bantuan, melainkan data yang dapat digunakan oleh kementerian/lembaga sebagai salah satu dasar dalam menentukan sasaran atau prioritas program sesuai dengan tujuan dan ketentuan masing-masing.
Posisi desil bersifat dinamis dan dapat berubah seiring dengan perubahan kondisi sosial ekonomi keluarga serta posisi relatifnya dibandingkan keluarga lain. Namun, perubahan pada satu indikator tidak secara otomatis mengubah desil karena seluruh karakteristik tetap dipertimbangkan secara bersama-sama.
Per 10 Juli 2026, DTSEN Versi 3 Tahun 2026 telah mencakup 290,13 juta record individu dan 95,98 juta record keluarga. Masyarakat yang menemukan ketidaksesuaian data diri atau keluarganya dapat mengajukan pembaruan melalui kanal resmi seperti Cek Bansos, SIKS-NG melalui operator desa/kelurahan, dan Cek DTSEN. Amalia menambahkan bahwa partisipasi masyarakat dalam memastikan keakuratan informasi diri dan keluarga merupakan bagian penting dari proses ini.