bytedaily
Senin, 24 Agustus 2026 - 11:09 WIB

BRIN Targetkan Uji Terbang Roket Dua Tingkat pada 2029

Redaksi 24 Agustus 2026 3 views
BRIN Targetkan Uji Terbang Roket Dua Tingkat pada 2029
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sedang memfokuskan pengembangan teknologi roket dua tingkat dengan target uji terbang pada tahun 2029. Saat ini, tim riset tengah mempersiapkan berbagai teknologi esensial, termasuk motor roket RX 450, sistem pemisahan (separasi), sistem kontrol, dan telemetri.

Menurut Kepala Pusat Riset Teknologi Roket (PRTR) BRIN, Arif Nur Hakim, upaya pengembangan ini didukung oleh Program Riset Invitasi Strategis (PRIS) sebagai bagian dari agenda strategis penguatan pertahanan dan kemandirian teknologi keantariksaan nasional. Dukungan PRIS ini, kata Arif, memberikan semangat bagi para peneliti untuk fokus pada pencapaian teknologi kunci.

Tahapan menuju tahun 2029 telah disusun secara bertahap dan terukur. Pada tahun ini, tim akan menyelesaikan desain keseluruhan roket dua tingkat beserta desain sistem separasinya, dengan dukungan anggaran PRIS untuk pengembangan motor roket RX 450 yang memiliki jangkauan 100 km. BRIN menargetkan uji terbang sistem separasi dapat dilaksanakan pada 2027, setelah perampungan desain, Critical Design Review (CDR), dan uji statis motor roket berperforma tinggi.

Selanjutnya, pada tahun 2028, BRIN akan melakukan uji terbang tingkat pertama dan kedua secara terpisah sebagai bagian dari persiapan sebelum uji terbang roket dua tingkat secara utuh pada 2029. Pencapaian ini diharapkan menjadi tonggak penting bagi kemandirian teknologi roket nasional.

Selain pengembangan roket, BRIN juga tengah berupaya membangun Bandar Antariksa sesuai amanat undang-undang. Untuk mempercepat realisasi, BRIN menjalin kerja sama dengan dua mitra investor strategis yang masing-masing fokus pada segmen roket besar dan roket kecil. Kolaborasi ini kini memasuki tahap konsolidasi kesepakatan.

Penyelesaian desain dasar Bandar Antariksa ditargetkan rampung pada 2026. Setelah itu, pemagaran lahan dan pembangunan fasilitas dasar akan dimulai pada tahun berikutnya, bersamaan dengan penyelesaian regulasi dan perjanjian kerja sama dengan negara mitra.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.