bytedaily
Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:57 WIB

BSSN Peringatkan Dua Celah Keamanan Kritis pada PHP

Redaksi 23 Oktober 2026 96 views
BSSN Peringatkan Dua Celah Keamanan Kritis pada PHP
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) memperingatkan pemilik dan pengelola situs web mengenai dua kerentanan kritis pada PHP. Dalam unggahan di platform X pada Kamis (22/10), BSSN meminta mereka segera mengambil langkah pengamanan untuk mengurangi risiko serangan siber.

Kedua celah tersebut tercatat dengan kode CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619. Keduanya berpotensi dimanfaatkan untuk menjalankan kode berbahaya dari jarak jauh atau remote code execution (RCE).

Menurut laporan Security Advisory BSSN, CVE-2026-109618 berkaitan dengan masalah penanganan kondisi kehabisan memori (out-of-memory/OOM) di PHP. Kesalahan pengelolaan memori dapat terjadi saat server memproses permintaan HTTP. Penyerang berpotensi mengirimkan permintaan khusus tanpa autentikasi, lalu menjalankan perintah atau kode berbahaya pada server yang terdampak.

Sementara itu, CVE-2026-109619 ditemukan pada mekanisme pengelolaan memori PHP. Kerentanan ini muncul ketika PHP berupaya mengakses bagian memori yang sudah tidak digunakan dan dilepaskan. Kondisi tersebut dapat mengganggu server dan membuka peluang eksekusi kode berbahaya dari jarak jauh tanpa autentikasi.

BSSN menyatakan keberhasilan eksploitasi bergantung pada proses penanganan permintaan dan konfigurasi lingkungan PHP. Versi PHP 8.1 dan yang lebih lama disebut berpotensi terdampak, tetapi sudah berstatus end-of-life (EOL) sehingga tidak lagi memperoleh dukungan resmi.

Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengimbau pemilik dan pengelola situs web agar tidak menunda pembaruan PHP. Komdigi meminta pengelola sistem memprioritaskan pembaruan pada instalasi yang terdampak. Menurut kementerian, pemasangan pembaruan keamanan yang sesuai merupakan langkah utama untuk menutup kedua kerentanan, sedangkan perubahan konfigurasi saja tidak memberikan perlindungan menyeluruh.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.