bytedaily - Melansir informasi dari cnnindonesia.com, calon jemaah haji dapat mengecek perkiraan tahun keberangkatan melalui situs resmi atau aplikasi. Hasil pengecekan merupakan estimasi, bukan jadwal keberangkatan yang pasti.
Informasi tersebut dapat menjadi bahan persiapan dokumen, biaya, dan kondisi kesehatan sebelum berangkat ke Tanah Suci. Untuk mengecek antrean, calon jemaah perlu menyiapkan nomor porsi haji yang terdiri atas 10 digit. Nomor itu tercantum pada bukti setoran awal atau dokumen pendaftaran.
Pengecekan dapat dilakukan melalui layanan estimasi keberangkatan di situs resmi Kementerian Haji dan Umrah tanpa memasang aplikasi tambahan. Sistem dapat menampilkan nama calon jemaah, status pembayaran, serta perkiraan keberangkatan berdasarkan data terbaru.
Calon jemaah juga dapat menggunakan aplikasi Satu Haji dengan memilih menu estimasi keberangkatan dan memasukkan nomor porsi. Pastikan aplikasi yang diunduh merupakan aplikasi resmi dengan memeriksa identitas pengembangnya.
Aplikasi Pusaka milik Kementerian Agama juga menyediakan beragam layanan keagamaan, termasuk informasi haji. Jika mengalami kendala, periksa kembali nomor porsi dan pastikan semua digit sudah dimasukkan dengan benar. Bila masalah berlanjut, calon jemaah dapat meminta bantuan petugas layanan haji setempat.
Untuk memudahkan pemeriksaan oleh petugas, siapkan bukti setoran awal, dokumen pendaftaran yang mencantumkan nomor porsi, serta identitas diri. Estimasi keberangkatan sebaiknya diperiksa secara berkala karena dapat berubah mengikuti pembaruan data dan ketentuan penyelenggaraan haji.