bytedaily
Jumat, 03 Juli 2026 - 17:50 WIB

Chevron Jelaskan Keterlambatan Penurunan Harga BBM Meski Minyak Mentah Dunia Melemah

Redaksi 27 Juni 2026 11 views
Chevron Jelaskan Keterlambatan Penurunan Harga BBM Meski Minyak Mentah Dunia Melemah
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, perusahaan minyak raksasa Amerika Serikat, Chevron, memberikan penjelasan mengenai faktor-faktor yang menyebabkan harga bahan bakar minyak (BBM) di negara tersebut belum mengalami penurunan signifikan, meskipun harga minyak mentah dunia telah menunjukkan tren melemah.

Penjelasan ini disampaikan menyusul adanya kritik dari Presiden AS Donald Trump yang menyoroti perusahaan-perusahaan minyak besar karena dianggap belum menyesuaikan harga BBM di tingkat konsumen.

Chief Financial Officer Chevron, Eimear Bonner, menyatakan bahwa perusahaan memiliki kepedulian terhadap harga yang dibayarkan oleh konsumen di berbagai negara, termasuk AS, Inggris, dan Eropa. Namun, ia menekankan bahwa penurunan harga minyak mentah tidak serta-merta berujung pada penurunan harga BBM di stasiun pengisian bahan bakar secara instan.

Bonner menjelaskan bahwa terdapat jeda waktu antara penurunan harga minyak mentah dengan dampaknya yang terlihat di pompa bensin. Ia memperkirakan harga akan mengalami penyesuaian turun seiring dengan kondisi yang berangsur kembali normal.

Sebelumnya, Presiden Trump telah menginstruksikan Departemen Kehakiman (DOJ) untuk melakukan investigasi terhadap perusahaan-perusahaan minyak besar. Trump menuding perusahaan seperti Chevron, Exxon Mobil, Shell, dan BP mengambil keuntungan berlebihan akibat harga BBM yang dinilai masih terlalu tinggi meskipun harga minyak mentah telah turun.

Trump berpendapat bahwa harga bensin di AS seharusnya sudah jauh lebih rendah, bahkan ia menyebut kisaran harga ideal adalah US$2,25 per galon, namun harga yang berlaku saat ini masih berada di atas angka tersebut.

Menanggapi tudingan tersebut, Bonner menegaskan bahwa Chevron terus berupaya meningkatkan pasokan energi dan menargetkan pertumbuhan produksi sekitar 7 hingga 10 persen pada tahun ini. Ia menambahkan bahwa perusahaan telah mengoptimalkan operasinya selama periode konflik dan terus melakukan berbagai langkah untuk memastikan pasokan energi dunia terpenuhi serta produk sampai ke tangan konsumen.

Juru bicara Departemen Kehakiman AS turut menyatakan bahwa harga bahan bakar merupakan isu penting tidak hanya bagi keamanan nasional, tetapi juga berdampak langsung pada pengeluaran masyarakat Amerika. Pihaknya berkomitmen untuk memastikan harga tetap terjangkau.

Perlu dicatat bahwa harga minyak mentah dunia telah mengalami penurunan tajam sejak AS dan Iran mencapai kesepakatan damai sementara pekan lalu, meskipun masih ada perbedaan pandangan terkait beberapa poin dalam nota kesepahaman tersebut. Pada perdagangan Kamis, harga minyak Brent untuk kontrak Agustus tercatat turun sekitar 1,3 persen menjadi US$72,75 per barel, sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) AS melemah sekitar 1,1 persen ke US$69,60 per barel.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.