bytedaily
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:39 WIB

China Perketat Debut IPO Robot Humanoid, Regulasi Fokus pada Keberlanjutan

Redaksi 23 September 2026 9 views
China Perketat Debut IPO Robot Humanoid, Regulasi Fokus pada Keberlanjutan
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, regulator pasar modal China mulai menahan laju perusahaan robot humanoid yang berencana masuk bursa saham, dengan tujuan menilai kesesuaian pertumbuhan industri terhadap permintaan komersial.

Langkah perlambatan tersebut dipicu oleh pergerakan saham Unitree Robotics, produsen robot humanoid dan berkaki empat, yang debut di Shanghai pada Agustus lalu dan sempat melambung lebih dari lima kali lipat sebelum turun sekitar 55 persen dari puncaknya.

Menurut sumber anonim yang dikutip Straits Times, regulator menggunakan kebijakan informal yang disebut "window guidance" untuk menunda beberapa penawaran umum perdana (IPO) perusahaan robot humanoid, meski belum ada larangan resmi.

China Securities Regulatory Commission (CSRC) maupun Unitree belum memberikan komentar atas permintaan media.

Leo Wang dari Qianchuang Capital menyatakan bahwa gelombang investasi di sektor robotika kini terlalu gegap‑gempita, sehingga perusahaan modal berbondong‑bondong masuk ke bidang yang menjadi prioritas kebijakan pemerintah.

Pemerintah China terus mendorong pengembangan "embodied intelligence", yakni kecerdasan buatan yang dapat merasakan dan berinteraksi dengan dunia fisik, sebagai industri strategis yang diharapkan menarik investasi dari sektor swasta dan pemerintah daerah.

Setidaknya enam perusahaan robot humanoid di China sedang menyiapkan debut IPO, termasuk Deep Robotics, X Square Robot, dan AGIBOT; ketiga perusahaan tersebut belum menanggapi pertanyaan mengenai dampak regulasi.

Sumber yang dekat dengan investor menyebut regulator kini meneliti keberlanjutan pendapatan startup yang didukung pemerintah daerah, mengingat sebagian besar investasi awal (80‑90 persen) berasal dari dana lokal, sementara pusat data robot, fasilitas pelatihan, dan joint venture telah menghasilkan pendapatan signifikan bagi beberapa perusahaan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.