bytedaily
Sabtu, 24 Oktober 2026 - 01:52 WIB

Chrome Perluas Peringatan untuk Situs yang Diduga Menipu

Redaksi 23 Oktober 2026 3 views
Chrome Perluas Peringatan untuk Situs yang Diduga Menipu
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Google memperbarui perlindungan di Chrome agar peramban dapat memberi peringatan saat pengguna mengunjungi situs yang menunjukkan pola penipuan. Fitur tersebut tersedia melalui opsi Safe Browsing.

Dengan mengaktifkan Enhanced Protection, pengguna akan menerima peringatan dalam dua kategori: situs mencurigakan dan situs berbahaya. Kategori pertama digunakan ketika ada indikasi penipuan, tetapi keyakinan sistem terhadap deteksi masih lebih rendah. Situs dalam kategori ini tetap berpotensi membahayakan.

Adapun situs berbahaya merupakan laman yang terdeteksi dengan tingkat keyakinan tinggi sebagai ancaman. Untuk risiko yang lebih tinggi, Chrome menampilkan peringatan merah yang memenuhi layar. Tampilan, ikon, warna, dan teks peringatan dibedakan agar pengguna dapat memahami situasi dan menentukan tindakan sesuai konteks.

Google menyatakan penyesuaian tampilan peringatan itu memungkinkan Chrome memperluas perlindungan dan menampilkan lebih banyak peringatan. Perusahaan juga menyebut telah memperkuat deteksi penipuan dengan teknologi AI Gemini.

Chrome sebelumnya menghadirkan integrasi Gemini yang berjalan langsung di perangkat untuk mendeteksi penipuan berkedok layanan dukungan teknis secara real-time. Fitur tersebut tersedia bagi pengguna Enhanced Protection pada perangkat yang mendukungnya. Kini, perlindungan diperluas kepada seluruh pengguna Enhanced Protection dengan model Gemini yang lebih canggih dan berjalan di server.

Menurut Google, pengembangan tersebut memungkinkan Chrome mendeteksi lebih banyak modus, termasuk antivirus palsu dan notifikasi pembaruan peramban palsu. Gemini menganalisis konten halaman web, seperti merek yang digunakan, tujuan laman, dan kemungkinan laman tersebut merupakan penipuan. Safe Browsing kemudian memadukan hasil analisis itu dengan reputasi domain serta sinyal keamanan lainnya.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.