bytedaily
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:23 WIB

Zulhas Dorong Pengelolaan Sampah Bekasi dari Pemilahan hingga PSEL

Redaksi 17 Oktober 2026 4 views
Zulhas Dorong Pengelolaan Sampah Bekasi dari Pemilahan hingga PSEL
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir cnnindonesia.com, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mendorong penanganan sampah di Bekasi secara terpadu, mulai dari pemilahan di rumah hingga pengolahan sampah menjadi energi dan penanganan timbunan lama dengan teknologi pirolisis.

Bekasi sebelumnya menjadi sorotan karena polusi dan tumpukan sampah di kawasan Bantargebang. Sampah yang dihasilkan Kota Bekasi mencapai sekitar 1.800 ton per hari dan telah masuk kategori darurat sampah. Zulhas mengatakan pemerintah berkoordinasi agar penanganannya dipercepat, sehingga masyarakat tidak terus terpapar pencemaran udara, tanah, dan air akibat sampah yang tidak terkelola.

Salah satu langkah di sisi hilir adalah pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Bekasi. Fasilitas tersebut ditargetkan mengolah sekitar 1.500 ton sampah per hari, atau sekitar 70 persen dari sampah kota.

Zulhas menyebut PSEL Bekasi diharapkan membantu mengelola sampah, menghasilkan energi hijau, mengurangi emisi, serta mendorong ekonomi lokal. Proyek itu juga disebut dapat menciptakan 1.000 lapangan kerja.

Pada Juli 2026, peletakan batu pertama PSEL Bali dan Legoknangka, Jawa Barat, telah dilakukan. Setelah Bekasi, pembangunan direncanakan berlanjut ke PSEL Bogor Raya-1. Pemerintah juga akan memiliki 13 lokasi PSEL baru, termasuk PSEL Kota Palembang yang diharapkan mulai beroperasi pada Oktober 2026.

Zulhas mengingatkan bahwa PSEL bukan satu-satunya solusi. Jika seluruh fasilitas tersebut beroperasi, kapasitasnya diperkirakan baru dapat menangani sekitar 22,5 persen timbulan sampah. Karena itu, pengurangan dan pemilahan sampah dari sumber serta penggunaan beragam teknologi pengolahan tetap diperlukan.

Menurut Zulhas, pemilahan sampah sejak dari rumah dapat mempermudah proses pengolahan berikutnya dan mengurangi sampah yang dibawa ke tempat pemrosesan akhir. Pemerintah juga menyiapkan teknologi pirolisis untuk mengolah timbunan lama di TPA menjadi sumber energi baru berupa bahan bakar terbarukan setara solar.

Kementerian Koordinator Bidang Pangan mengapresiasi dukungan TNI AD dalam pengembangan teknologi pirolisis melalui proyek percontohan di lima lokasi. Jika diterapkan secara nasional, teknologi tersebut berpotensi mengurangi sekitar 20 persen timbulan sampah. Pemerintah berharap berbagai upaya ini dapat mendorong pengelolaan sampah Bekasi yang terintegrasi dari hulu ke hilir sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.