bytedaily
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:23 WIB

Agrifood Forum 2026 Bahas Swasembada Protein dan Daya Saing Pangan

Redaksi 17 Oktober 2026 4 views
Agrifood Forum 2026 Bahas Swasembada Protein dan Daya Saing Pangan
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir cnnindonesia.com, CNN Indonesia akan menyelenggarakan Agrifood Forum 2026: Swasembada Protein & Peluang Pangan Global pada Senin (19/10). Forum ini mempertemukan pejabat pemerintah dan pimpinan BUMN untuk membahas swasembada protein, ketahanan pangan, serta daya saing industri pangan Indonesia.

Rangkaian diskusi dimulai pukul 10.00 WIB dengan panel bertajuk Protein untuk Indonesia. Sesi yang dipandu anchor CNN Indonesia Elvira Khairunnisa itu menghadirkan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, seorang direktur PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), serta Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo.

Sesi kedua berlangsung pukul 11.00 WIB dan dibuka dengan pidato utama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Ia kemudian mengikuti tanya jawab yang dipandu jurnalis senior Desi Anwar mengenai strategi swasembada protein dan peluang produk pangan Indonesia di pasar global.

Pada pukul 13.00 WIB, forum menggelar panel ketiga bertajuk Dari Swasembada ke Daya Saing Pangan. Sesi yang dipandu anchor CNN Indonesia Tifanny Raytama ini menghadirkan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto serta Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa.

Panel tersebut juga diikuti sejumlah pimpinan BUMN di bidang pangan dan pertanian, yaitu Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi, dan Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara Denaldy Mulino Mauna.

Melalui tiga sesi utama, Agrifood Forum 2026 diharapkan menjadi wadah diskusi lintas sektor untuk memperkuat kemandirian pangan dan meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.